Sekitarbandung.com – Gaokao merupakan tes akademik yang paling epic di China untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Tes ini dikenal sangat kompetitif dengan pengawasan yang sangat ketat.
Pada hari tes, murid dilarang membawa HP atau menggunakan smartwatch. Sebelum masuk ruangan, mereka discreening secara ketat untuk memastikan tidak ada kecurangan.
Beberapa perangkat elektronik yang digunakan di antaranya sebagai berikut:
- Metal detector.
- CCTV.
- Face recognition.
- Wireless-device detector.
- Jammer sinyal.
- Drone CCTV.
Alasan di Baliknya
Belajar dari pengalaman sebelumnya, murid semakin pintar dalam melakukan kecurangan. Sontekan dan alat komunikasi bisa disamarkan dalam bentuk penghapus, ikat pinggang, maupun jam tangan analog.
Namun, kemunculan kacamata pintar dengan teknologi yang semakin murah dan canggih membuat pengawasan harus ditingkatkan. Bahkan pada tahun 2026, terdapat dua format tes Gaokao yang bisa dipilih oleh masing-masing provinsi.
Tes Utama (Nasional)
- Skor maksimal per mata pelajaran: 150.
- Bahasa Mandarin.
- Matematika.
- Bahasa asing (terkadang Inggris).
Baca Juga: 5 Drama China Termahal yang Pernah Diproduksi, Ramai Dibahas Penonton!
Tes Pilihan (Pilih 3)
Skor maksimal per mata pelajaran: 100.
- Fisika.
- Kimia.
- Biologi.
- Politik.
- Sejarah.
- Geografi.
Tes Pilihan (Pilih 1)
Skor maksimal per mata pelajaran: 100.
- Fisika.
- Sejarah.
Tes Pilihan (Pilih 2)
Skor maksimal per mata pelajaran: 100.
- Kimia.
- Biologi.
- Politik.
- Geografi.
Skor Maksimal Gaokao: 750.
Dua Minggu Kemudian
Skor Gaokao biasanya keluar sekitar dua minggu kemudian. Setelah mengetahui nilainya, murid dapat memilih kampus dan jurusan yang dituju sehingga bisa lebih realistis dalam membaca persaingan.
Inilah mengapa meskipun dikenal sebagai tes yang sangat kompetitif, sekitar 80 persen peserta Gaokao tetap diterima di PTN dengan skor rata-rata sekitar 600.
Sulit Mencari Pekerjaan
Namun, di China, mencari pekerjaan juga sangat sulit. Jumlah pencari kerja sangat banyak dan tingkat persaingannya tinggi.
Angka pengangguran kaum muda di China pada tahun 2025 berada di kisaran 17 persen. Sementara di Indonesia, angkanya sekitar 12 persen.
Ijazah dari kampus yang masuk jajaran 100 universitas terbaik dunia akan sangat berpengaruh dalam proses screening awal pencarian kerja di China.
Karena itu, pertempuran sesungguhnya dalam Gaokao adalah masuk ke kampus top tier karena peluangnya sangat tipis.
Sebagai contoh, peluang masuk Universitas Peking dan Universitas Tsinghua hanya sekitar 0,1 persen. Bahkan setiap provinsi memiliki kuota tersendiri untuk masing-masing kampus.
Baca Juga: China Larang Perusahaan PHK Karyawan karena AI, Ada Beberapa Hal yang Harus Dipenuhi

