Sekitarbandung.com – Seorang pemuda dari Makedonia berhasil mendapatkan gelar “The Great” sebelum berusia 33 tahun. Namanya adalah Alexander.
Pada tahun 336 SM, Raja Philip II dibunuh. Putranya yang bernama Alexander kemudian langsung naik takhta pada usia sekitar 20 tahun.
Banyak musuh mengira Kerajaan Makedonia akan melemah karena dipimpin oleh seorang pemuda, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Tidak Pernah Kalah dalam Pertempuran Besar
Dalam waktu sekitar satu dekade, Alexander memimpin pasukannya menaklukkan Kekaisaran Persia, salah satu kekuatan terbesar di dunia pada saat itu.
Dari Pertempuran Granicus, Issus, hingga Gaugamela, ia memenangkan setiap pertempuran besar yang dipimpinnya.
Hingga hari ini, Alexander dikenal sebagai salah satu komandan militer paling sukses dalam sejarah.
Baca Juga: 5 Kabar Baik yang Datang dari Penjuru Dunia dan Jarang Dibahas oleh Siapapun
Membangun Kekaisaran Raksasa
Wilayah kekuasaannya membentang dari Yunani, Mesir, hingga India.
Dalam waktu yang relatif singkat, Alexander berhasil membangun salah satu kekaisaran terbesar yang pernah ada di dunia kuno.
Pencapaian tersebut menjadi semakin luar biasa karena seluruhnya diraih sebelum ia berusia 33 tahun.
Dari Raja Menjadi The Great
Alexander tidak pernah secara resmi menobatkan dirinya sebagai “The Great”.
Julukan tersebut muncul karena banyak sejarawan dan generasi setelahnya menganggap pencapaiannya melampaui kebanyakan penguasa lain pada zamannya.
Oleh karena itu, lebih dari 2.000 tahun setelah kematiannya, dunia masih mengenalnya sebagai Alexander the Great.
Baca Juga: Kisah Cinta Cleopatra dan Julius Caesar, Pertemuan di Tengah Perebutan Kekuasaan

