Sekitarbandung.com – Pemkot Bandung tengah mengkaji kemungkinan untuk menggratiskan akses masuk ke kawasan Taman Tegalega agar masyarakat dapat menikmati ruang terbuka hijau tanpa perlu membayar retribusi.
Langkah tersebut diambil setelah ramai diperbincangkan di media sosial terkait tiket masuk Taman Tegalega yang dikenakan tarif Rp2.000, sehingga Pemkot Bandung berencana menghapus pungutan tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa tarif Rp2.000 yang berlaku saat ini memiliki dasar hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal). Aturan tersebut kini sedang dievaluasi untuk kemungkinan dicabut.
“Kalau Tegalega memang saat ini masih ada tarif masuk Rp2.000 karena diatur dalam Perwal. Sekarang saya sedang mengkaji bagaimana caranya supaya bisa gratis. Saya sedang mempelajari dulu aturan itu untuk kemudian bisa dicabut,” ujarnya di Balai Kota Bandung.
Baca Juga: Pemadaman Listrik di Bandung Hari Ini: Berlangsung Mulai Jam 12 Siang, Berikut Lokasinya!
Selain persoalan tarif, Pemkot Bandung juga sedang melakukan penataan ulang kawasan tersebut agar lebih tertata karena banyaknya aktivitas masyarakat yang berlangsung di sana.
“Tegalega sekarang fungsinya campur. Ada ruang terbuka hijau, ada sarana olahraga, ada tempat usaha masyarakat, bahkan ada fasilitas pengolahan sampah. Karena itu kita sedang melakukan penataan ulang supaya semuanya tertata dengan baik,” lanjutnya.
Oleh karena itu, harapannya ruang publik di Kota Bandung dapat benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dan sesuai fungsinya oleh seluruh lapisan masyarakat dengan nyaman dan aman.
Jika rencana tersebut terealisasi, maka Taman Tegalega berpotensi menjadi ruang publik yang lebih inklusif dan mudah diakses, sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai fasilitas yang tersedia tanpa terbebani biaya masuk.
Baca Juga: Mengapa Bandung Terasa Lebih Dingin? Ini Fenomena Bediding!

