Tebat Rasau, Lahan Basah Purba yang Ada di Belitung Timur

Sekitarbandung.com – Tebat Rasau, lahan basah yang penuh tanaman dan air, berlokasi di Belitung Timur. Rawa ini menjadi salah satu situs penting dalam Belitong UNESCO

Dicky Wicaksono

Tebat Rasau, Lahan Basah Purba yang Ada di Belitung Timur
Tebat Rasau, Lahan Basah Purba yang Ada di Belitung Timur

Sekitarbandung.com – Tebat Rasau, lahan basah yang penuh tanaman dan air, berlokasi di Belitung Timur. Rawa ini menjadi salah satu situs penting dalam Belitong UNESCO Global Geopark.

Nama Tebat Rasau sendiri berasal dari bahasa setempat. “Tebat” berarti genangan air, sementara “rasau” adalah tanaman yang banyak tumbuh di kawasan rawa tersebut.

Satu hal yang membuat Tebat Rasau istimewa bukan hanya pemandangannya, tetapi usianya. Kawasan ini merupakan rawa purba yang menjadi saksi berbagai perubahan alam selama jutaan tahun.

Di sini hidup lebih dari 100 jenis ikan, termasuk arwana dan beberapa spesies yang menarik perhatian para peneliti, karena penyebarannya berbeda dengan wilayah Belitung lainnya.

Baca Juga: Demo Dukung MBG Terus Terjadi, Berikut Sejumlah Hal Tidak Biasa yang Jadi Sorotan

Penemuan ikan-ikan tersebut menjadi petunjuk kalau dulu Belitung bukan pulau yang berdiri sendiri seperti sekarang. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari daratan besar bernama Sundaland.

Pada masa Zaman Es, permukaan laut jauh lebih rendah. Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Belitung masih saling terhubung satu sama lain oleh daratan yang membentang luas.

Oleh karena itulah sungai-sungai purba saat itu bisa menghubungkan berbagai wilayah yang sekarang sudah terpisah oleh laut. Jejak hubungan itu masih bisa dibaca dari persebaran flora dan fauna di Tebat Rasau.

Selain itu, kawasan ini juga sempat terancam oleh rencana pemanfaatan lahan skala besar. Untungnya, masyarakat setempat terus memperjuangkan agar Tebat Rasau tetap terlindungi.

Baca Juga: PLN Sampaikan Permohonan Maaf soal Mati Lampu Massal Se-Jawa, Berikut Penyebabnya!

Related Post

Tinggalkan komentar