Cliff Young, Si Petani Lugu yang Ikut Lomba Lari tetapi Justru Cetak Rekor

Sekitarbandung.com – Cliff Young, seorang petani kentang dan peternak domba asal Australia yang setiap harinya harus menggiring domba-domba miliknya seorang diri. Cliff terbiasa terus melangkah

Dicky Wicaksono

[addtoany]

Cliff Young, Si Petani Lugu yang Ikut Lomba Lari tetapi Justru Cetak Rekor
Cliff Young, Si Petani Lugu yang Ikut Lomba Lari tetapi Justru Cetak Rekor

Sekitarbandung.com – Cliff Young, seorang petani kentang dan peternak domba asal Australia yang setiap harinya harus menggiring domba-domba miliknya seorang diri.

Cliff terbiasa terus melangkah secara konstan menembus lumpur peternakan yang basah selama berhari-hari demi menjaga dan mengumpulkan kembali dombanya yang kocar-kacir terpisah karena badai.

Kebiasaan ini membuat cara lari Cliff terlihat unik. Saat berlari, Cliff tidak mengangkat lututnya tinggi-tinggi seperti pelari pada umumnya.

Namun, Cliff hanya menyeret kakinya mepet ke tanah, seolah-olah sedang berjalan cepat.

Westfield Sydney to Melbourne Ultra Marathon

Ada sebuah kompetisi lari paling berat di dunia sejauh 875 kilometer yang bernama Westfield Sydney to Melbourne Ultra Marathon.

Ajang ini merupakan panggung para atlet elit. Namun, Cliff yang saat itu berusia 61 tahun berhasil memecahkan rekor dunia.

Banyak komentator yang mengatakan bahwa gaya lari Cliff dalam ajang tersebut salah dan tidak sesuai dengan teknik yang berlaku.

Baca Juga: Kakek 61 Tahun yang Mampu Mengalahkan Atlet Marathon Dunia

Pakar Biomekanika

Namun, pakar biomekanika berkata lain. Menurut mereka, dengan tidak mengangkat kaki tinggi-tinggi, Cliff berhasil menghemat energi metabolisme dalam jumlah yang sangat besar.

Selain itu, gaya meluncur mepet tanah ini mengurangi beban benturan (impact force) yang kerap menghancurkan lutut dan sendi pelari jarak jauh.

Di ajang ultramaraton, atlet memiliki strategi ketat, yaitu berlari selama 18 jam dan tidur selama 6 jam setiap harinya.

Lucunya, Cliff Young sama sekali tidak tahu bahwa peserta diperbolehkan tidur. Jadi, saat malam pertama para atlet tidur, Cliff justru terus berlari.

Namun, ketika ia mengetahui bahwa peserta boleh tidur, Cliff memutuskan untuk tidur hanya 1-2 jam per malam selama total 5 hari 15 jam perlombaan. Ia memangkas banyak waktu dan meninggalkan lawan-lawannya jauh di belakang.

Menjadi Pemenang

Pada tahun 1983, Cliff berhasil memenangkan lomba maraton bergengsi tersebut.

Jika kamu melihat kompetisi ultramaraton dengan jarak di atas 100 mil, maka kamu tidak akan melihat atlet berlari dengan langkah megah. Mayoritas atlet elit saat ini mengadopsi variasi dari gaya Cliff Young.

Mereka menyadari bahwa untuk bertahan di jarak ratusan kilometer, otot tidak boleh bekerja secara eksplosif. Kunci utamanya yaitu efisiensi energi.

Dengan demikian, sebuah teori pasti mempunyai data di atas kertas. Namun, pengalaman dan konsistensi terbukti mampu menciptakan cara terbaik yang akhirnya diakui oleh dunia.

Baca Juga: Terry Fox, Pemuda Kanada yang Lakukan Marathon demi Penggalangan Dana tetapi Berakhir Tragis

Related Post

Tinggalkan komentar