Sekitarbandung.com – Conor McGregor lahir di Dublin, Irlandia, pada 14 Juli 1988. Sebelum menjadi petarung profesional, ia pernah bekerja sebagai magang tukang ledeng.
Namun, ia memutuskan meninggalkan pekerjaan tersebut demi mengejar karier di dunia MMA.
Dengan gaya bicara yang penuh percaya diri, kemampuan promosi yang luar biasa, serta gaya bertarung yang agresif, McGregor dengan cepat menjadi wajah baru UFC.
Julukan “The Notorious” pun melekat pada dirinya.
Pada tahun 2015, McGregor berhasil menjadi juara kelas bulu UFC. Setahun kemudian, ia kembali mencetak sejarah.
Baca Juga: Khabib Nurmagomedov, Pria Terkuat di Oktagon yang Tetap Takut kepada Ayahnya
Saat itu, ia menjadi petarung pertama yang memegang dua sabuk juara UFC secara bersamaan, yakni di kelas bulu dan kelas ringan.
Di luar oktagon, McGregor juga menjelma menjadi fenomena bisnis.
Melalui bayaran pertandingan, kontrak sponsor, dan penjualan merek wiski Proper No. Twelve, ia menjadi salah satu atlet dengan pendapatan terbesar di dunia sekaligus petarung dengan bayaran tertinggi dalam sejarah UFC.
Rekor sempurna memang bukan milik McGregor. Namun, pengaruhnya terhadap popularitas UFC sulit untuk disangkal.
Ia turut membantu membawa MMA dari olahraga yang hanya digemari sebagian orang menjadi tontonan global dengan jutaan penggemar.
Baca Juga: Cliff Young, Si Petani Lugu yang Ikut Lomba Lari tetapi Justru Cetak Rekor

