Siskamling Siaga Bencana Cipadung Kulon, Farhan Tekankan Kesiapsiagaan Warga

sekitarbandungcom – Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Kulon menjadi ruang bagi Pemerintah Kota Bandung dan warga untuk mengenali persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko. Dalam

nathanael gihon

sekitarbandungcom – Siskamling Siaga Bencana di Cipadung Kulon menjadi ruang bagi Pemerintah Kota Bandung dan warga untuk mengenali persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko. Dalam kegiatan pada Selasa, 27 Oktober 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berdialog dengan pengurus rukun warga serta jajaran kewilayahan di Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan.

Pertemuan tersebut membahas kebutuhan masyarakat, mulai dari kondisi sungai dan pengelolaan sampah hingga penerangan jalan, pohon rawan tumbang, serta perbaikan rumah tidak layak huni. Farhan meminta perangkat daerah melakukan survei dan berkoordinasi agar tindak lanjut sesuai kondisi lapangan dan kewenangan masing-masing.

Siskamling Siaga Bencana Petakan Risiko Lingkungan

Salah satu perhatian utama dalam pertemuan itu adalah kondisi aliran sungai yang berpotensi memicu genangan ketika hujan deras. Lurah Cipadung Kulon, Cecep Anwar Hidayat, menjelaskan adanya penyempitan dan sedimentasi pada anak Sungai Cinambo di RW 11. Penyempitan serta pendangkalan juga ditemukan di Sungai Ciwaru, RW 1.

Persoalan tersebut memerlukan pemeriksaan kondisi saluran dan koordinasi dengan pihak terkait. Informasi mengenai titik rawan menjadi dasar untuk menentukan langkah yang sesuai, terutama ketika hujan deras meningkatkan kemungkinan genangan maupun banjir.

Warga turut menyampaikan persoalan di tempat penampungan sementara sampah Pangeritan, RW 7. Menurut penjelasan kelurahan, lokasi tersebut menerima sampah dari luar Kecamatan Panyileukan. Kondisi itu dilaporkan menimbulkan antrean kendaraan pengangkut sampah, lalat, dan bau tidak sedap di sekitar lokasi.

Pengangkutan sampah biasanya berlangsung dua kali dalam sepekan. Penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan mempertimbangkan kuota pengangkutan serta ketersediaan lahan untuk tempat penampungan sementara baru. Di tingkat RW, pemilahan dan pengomposan juga perlu diperkuat sesuai kondisi setempat.

Siskamling Siaga Bencana tidak hanya membahas ancaman bencana, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi masalah lingkungan dan fasilitas umum yang dapat memengaruhi keamanan serta kenyamanan warga sehari-hari.

Baca juga: Skatepark Bandung Ditolak Warga, Farhan Cari Lapangan Pengganti yang Lebih Baik

Farhan Minta Survei dan Koordinasi Perangkat Daerah

Selain sungai dan sampah, warga mengajukan kebutuhan perbaikan jalan dan gang, saluran drainase, tambahan penerangan jalan umum, bantuan rumah tidak layak huni, serta sarana pengelolaan sampah seperti komposter dan gerobak. Aspirasi tersebut diminta ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan koordinasi lintas perangkat daerah.

Untuk rumah tidak layak huni, Farhan meminta tingkat kerusakan diperiksa terlebih dahulu agar kebutuhan penanganan dapat diketahui. Ia juga membuka kemungkinan mencari dukungan melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan bagi kondisi mendesak.

Farhan turut meminta pemeriksaan pohon yang dinilai berisiko di sepanjang Jalan Sukamaju dan Jalan Sindangsari. Pemangkasan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko, sekaligus mempertimbangkan pemeliharaan pohon dan fungsi ruang terbuka hijau. Langkah ini ditujukan untuk menjaga keselamatan tanpa mengabaikan manfaat ekologis pepohonan di kawasan perkotaan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung 27 Oktober 2026, Hujan Ringan dan Suhu 19–27°C

Dalam penanganan sampah, koordinasi akan dilakukan untuk mengkaji kemungkinan peningkatan frekuensi pengangkutan. Pengelolaan dari tingkat RW juga perlu didukung kebiasaan memilah, mengomposkan, dan mengolah sampah sesuai kemampuan lingkungan masing-masing.

Farhan mengapresiasi pengurus RW yang menyampaikan kebutuhan dan mengembangkan gagasan bagi wilayahnya. Penyelesaian persoalan lingkungan membutuhkan kerja bersama pemerintah kota, kecamatan, kelurahan, dan masyarakat. Koordinasi dengan unsur kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, juga diperlukan untuk mendukung penanganan.

Siskamling Siaga Bencana merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat di Kota Bandung. Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 134-Bag.Tapem/2025 tentang Pelaksanaan Siskamling Kesiapsiagaan Bencana tercatat dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kota Bandung dan ditetapkan pada 12 September 2025.

Melalui kegiatan di Cipadung Kulon, aspirasi warga dihimpun untuk membantu mengidentifikasi persoalan sejak awal dan menentukan tindak lanjut berdasarkan kebutuhan serta kewenangan. Survei lapangan dan koordinasi menjadi langkah penting agar setiap usulan dapat dinilai secara tepat. Warga juga berperan menyampaikan perubahan kondisi lingkungan yang perlu mendapat perhatian.

Sumber: bandung.go.id

Related Post

Tinggalkan komentar