sekitarbandungcom – Rencana pembangunan Central Medical Unit Ujungberung menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan menyiapkan fasilitas tersebut di kawasan pengembangan RSUD Ujungberung. Proyek ini ditargetkan terealisasi pada 2028 dan dirancang untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan medis kritis.
Pembangunan fasilitas khusus tersebut diharapkan memperkuat kemampuan rumah sakit daerah dalam memberikan layanan kegawatdaruratan.
Kehadirannya juga diarahkan untuk mengurangi kebutuhan pasien kritis mendapatkan rujukan ke rumah sakit lain, termasuk RSUP Hasan Sadikin.
Namun, target 2028 masih merupakan rencana, sementara persiapan lahan dan tahapan pembangunan perlu dituntaskan sebelum fasilitas dapat dimanfaatkan.
Central Medical Unit Ujungberung Perkuat Layanan Pasien Kritis
Central Medical Unit Ujungberung direncanakan berada di lahan pengembangan RSUD Ujungberung. Pemerintah Kota Bandung menyiapkan dukungan dari sisi lokasi dan kebutuhan daerah, sedangkan Kementerian Kesehatan direncanakan berperan dalam dukungan pembangunan melalui anggaran pemerintah pusat.
Persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pemerintah kota masih menjajaki ketersediaan lahan yang sesuai untuk kebutuhan fasilitas tersebut.
Karena itu, rencana pembangunan perlu dilihat sebagai proses yang berjalan bertahap, bukan sebagai fasilitas yang sudah selesai atau mulai beroperasi.
RSUD Ujungberung sendiri merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Bandung. Lokasinya berada di Jalan Rumah Sakit Nomor 22, Kota Bandung.
Pengembangan fasilitas di kawasan rumah sakit ini diharapkan memperkuat layanan yang sudah tersedia dan mendukung penanganan pasien dengan kondisi yang membutuhkan tindakan cepat serta pemantauan intensif.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Cijerah Hadirkan Pasar Lebih Nyaman dan Food Market
Fasilitas Medis yang Direncanakan di Central Medical Unit Ujungberung
Rencana Central Medical Unit Ujungberung mencakup sejumlah unit pelayanan untuk menangani kondisi darurat dan pasien kritis. Fasilitas yang disebut dalam rencana tersebut meliputi instalasi gawat darurat atau IGD, intensive care unit (ICU), pediatric intensive care unit (PICU), serta neonatal intensive care unit (NICU).
Selain unit perawatan intensif, fasilitas yang direncanakan juga mencakup layanan hemodialisis, ruang operasi, dan kamar bersalin. Rangkaian layanan itu ditujukan untuk mendukung penanganan pasien dengan kebutuhan medis berbeda, mulai dari kegawatdaruratan hingga perawatan intensif bagi pasien dewasa, anak, dan bayi baru lahir.
Kapasitas penanganan diperkirakan mencapai sekitar 100 pasien kritis apabila seluruh unit dapat beroperasi pada kapasitas penuh. Angka tersebut merupakan perkiraan kapasitas rencana, bukan jumlah pasien yang saat ini telah dilayani.
Kesiapan tenaga kesehatan, peralatan, sistem rujukan, dan operasional nantinya juga menjadi unsur penting agar fasilitas dapat berfungsi sesuai kebutuhan.
Baca juga: Perkebunan Teh Bandung Terancam, KDM Soroti Risiko Longsor dan Banjir Ekstrem
Target 2028 dan Harapan Penguatan Rumah Sakit Daerah
Target realisasi pada 2028 menjadi acuan waktu dalam rencana pengembangan Central Medical Unit Ujungberung. Sebelum layanan dibuka, tahapan persiapan harus mencakup kepastian lahan, pembangunan fisik, penyediaan peralatan, serta kesiapan sumber daya manusia. Informasi mengenai jadwal rinci setiap tahapan tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak terkait.
Pembangunan CMU diharapkan membantu memperkuat kemampuan layanan kesehatan di wilayah Bandung bagian timur. Dengan tersedianya unit khusus untuk kondisi kritis, sebagian kebutuhan penanganan pasien diharapkan dapat dilayani lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Harapan lainnya adalah berkurangnya ketergantungan pada rujukan ke rumah sakit tingkat lebih tinggi, sepanjang kondisi pasien dan kemampuan fasilitas memungkinkan.
Koordinasi antara pemerintah kota, Kementerian Kesehatan, dan pengelola rumah sakit akan berpengaruh terhadap keberlanjutan proyek.
Pengembangan fasilitas perlu disertai perencanaan pelayanan, pemeliharaan alat, pemenuhan tenaga medis, serta mekanisme rujukan yang jelas.
Dengan persiapan tersebut, Central Medical Unit Ujungberung diharapkan menjadi bagian dari penguatan layanan pasien kritis di Kota Bandung ketika rencana pembangunan terealisasi.
Fasilitas baru juga perlu terhubung dengan layanan kesehatan lain, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan. Alur komunikasi dan pemindahan pasien harus disusun agar keputusan medis dilakukan tepat waktu. Masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai jenis layanan, persyaratan, dan mekanisme akses setelah CMU resmi beroperasi.
Hal ini penting agar pemanfaatan fasilitas sesuai kapasitas dan kebutuhan pasien. Kesiapan seluruh layanan harus menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan awal.
Sumber: bandung.go.id

