sekitarbandungcom – Andrea Bocelli menjadi sorotan setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi tenor asal Italia tersebut di Indonesia.
Desakan ini muncul karena rekam jejak Bocelli yang dikaitkan dengan kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
Polemik tersebut mencuat menjelang dua jadwal konser Andrea Bocelli di Indonesia pada akhir Oktober dan awal November 2026.
MUI meminta pemerintah mengambil sikap tegas sebagai bentuk keberpihakan terhadap Palestina di tengah konflik yang masih menjadi perhatian masyarakat internasional.
MUI Desak Pemerintah Batalkan Konser Andrea Bocelli
MUI menyampaikan desakan pembatalan konser Andrea Bocelli melalui pernyataan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Menurut MUI, pemerintah perlu menunjukkan sikap yang konsisten terhadap kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap Israel.
Dalam keterangannya, MUI menilai penyelenggaraan konser tidak seharusnya hanya mempertimbangkan keuntungan ekonomi.
Lembaga tersebut menekankan pentingnya memperhatikan nilai kemanusiaan dan sikap Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
MUI juga meminta kementerian dan lembaga terkait menyelaraskan sikap mengenai rencana kedatangan Bocelli.
Desakan itu disampaikan setelah pemerintah sebelumnya membatalkan rencana konser musisi Israel Houghton bersama grup Israel & New Breed di Indonesia.
Informasi mengenai desakan tersebut disampaikan melalui pemberitaan resmi MUI.
Rekam Jejak Andrea Bocelli Jadi Sorotan
Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli berkaitan dengan sejumlah aktivitas masa lalunya yang kembali diperbincangkan.
MUI menyoroti keterlibatan Bocelli dalam acara penggalangan dana yang disebut mendukung militer Israel di Los Angeles pada 2010.
Selain itu, Bocelli juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022. Dua hal tersebut menjadi dasar kritik dari pihak yang menyerukan penolakan terhadap penampilannya di sejumlah negara.
Kelompok aktivis pro-Palestina di Yordania turut menyerukan boikot terhadap konser Bocelli yang direncanakan berlangsung di Petra pada November 2026.
Mereka meminta masyarakat tidak membeli tiket dan mendesak penyelenggara membatalkan pertunjukan tersebut.
Meski demikian, penting untuk membedakan fakta mengenai penampilan dan partisipasi dalam acara tertentu dari kesimpulan yang lebih luas mengenai pandangan pribadi seseorang.
Kritik dan tuduhan mengenai dukungan terhadap Israel merupakan bagian dari polemik yang disampaikan para pengkritik Bocelli.
Baca juga: Menelusuri Racing Club, Tradisi Panjang dan Tantangan di Sepak Bola Argentina
Jadwal Konser Andrea Bocelli di Indonesia
Sebelum muncul desakan pembatalan, Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di dua lokasi di Indonesia.
Berdasarkan laporan ANTARA, berikut jadwal yang diumumkan sebelumnya:
- 31 Oktober 2026: Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
- 3 November 2026: Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta Pusat.
Tur tersebut diselenggarakan untuk memperingati 30 tahun album kompilasi Romanza, yang dirilis pada 1997.
Kehadiran Bocelli di Indonesia sebelumnya dipandang sebagai kesempatan untuk menghadirkan pertunjukan musik internasional sekaligus memperkenalkan destinasi budaya Indonesia kepada penonton mancanegara.
Penyelenggara juga sebelumnya menyebut Indonesia sebagai lokasi pertunjukan publik Bocelli di kawasan Asia-Pasifik selama 2026.
Karena itu, rencana konser di Borobudur dan Jakarta memiliki arti penting bagi agenda pertunjukan musik internasional di Tanah Air.
Konser Belum Dinyatakan Resmi Batal
Desakan MUI menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan konser Andrea Bocelli di Indonesia. Namun, desakan pembatalan dari sebuah lembaga tidak otomatis berarti keputusan resmi pemerintah atau penyelenggara telah diterbitkan.
Berdasarkan informasi yang tersedia dalam pemberitaan tersebut, MUI meminta pemerintah segera mengambil tindakan.
Sementara itu, jadwal konser yang diumumkan sebelumnya masih menjadi acuan sampai ada pengumuman resmi terbaru mengenai perubahan atau pembatalannya.
Masyarakat yang sudah merencanakan kehadiran dalam konser sebaiknya memeriksa informasi melalui kanal resmi penyelenggara dan platform penjualan tiket.
Langkah ini penting untuk memperoleh kepastian mengenai status acara, ketentuan tiket, serta kemungkinan perubahan jadwal.
Polemik Konser Andrea Bocelli Jadi Perhatian Publik
Kasus Andrea Bocelli memperlihatkan bagaimana penyelenggaraan konser internasional dapat bersinggungan dengan persoalan politik dan kemanusiaan.
Di satu sisi, konser berskala internasional berpotensi memberikan dampak bagi pariwisata dan industri hiburan.
Di sisi lain, rekam jejak seorang artis dapat memunculkan pertanyaan mengenai nilai dan sikap yang ingin diperlihatkan melalui sebuah acara.
Hingga terdapat pengumuman resmi lebih lanjut, perkembangan polemik ini masih perlu dipantau. Fokus utama berikutnya adalah respons pemerintah, penyelenggara konser, serta kepastian pelaksanaan acara yang dijadwalkan berlangsung di Borobudur dan Jakarta.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung Senin 12 Oktober 2026, Hujan Ringan dan Suhu 21–28 Derajat Celsius

