Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Bandung Diresmikan, Perkuat Kota Pendidikan

sekitarbandungcom – Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Bandung resmi hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan memperluas kesempatan masyarakat mempelajari bahasa asing. Fasilitas bernama

nathanael gihon

sekitarbandungcom – Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Bandung resmi hadir sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan dan memperluas kesempatan masyarakat mempelajari bahasa asing. Fasilitas bernama Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan tersebut diresmikan pada Kamis, 5 November 2026, di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, Jalan Nana Rohana, Kota Bandung.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadiran perwakilan pemerintah Indonesia dan Tiongkok menandai dukungan terhadap pengembangan pembelajaran bahasa sekaligus hubungan kebudayaan kedua negara.

Pusat pembelajaran ini memperoleh dukungan hibah dari Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penyediaan fasilitas untuk kegiatan pendidikan bahasa Mandarin di Bandung. Program ini diharapkan membuka ruang interaksi dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.

Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Bandung Perluas Akses Belajar

Fasilitas tersebut dikenal dengan nama Priangan Smart Mandarin Learning Center dan diinisiasi Yayasan Dana Sosial Priangan. Kehadirannya ditujukan untuk menyediakan ruang belajar bahasa Mandarin bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Pembelajaran bahasa asing dinilai dapat menjadi bekal komunikasi dalam lingkungan pendidikan, kebudayaan, maupun hubungan antarnegara.

Pengelola menyiapkan laboratorium bahasa dengan dukungan sistem daring terpadu. Rancangan pembelajaran juga menggabungkan kegiatan online dan bimbingan langsung. Salah satu skema yang disampaikan pengelola mencakup tiga pertemuan setiap pekan. Setiap sesi dirancang berlangsung selama tiga jam, terdiri atas dua jam pembelajaran daring dan satu jam bimbingan langsung.

Rincian metode tersebut menjadi gambaran pendekatan pembelajaran yang disiapkan. Calon peserta tetap perlu mengikuti informasi resmi pengelola mengenai jadwal, persyaratan, biaya operasional, dan ketersediaan kelas.

Baca juga: Donor Darah DWP Kota Bandung, 3 Hari Aksi Kemanusiaan Peringati HUT ke-27

Kerja Sama Pendidikan Indonesia dan Tiongkok

Peresmian Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Bandung tidak hanya diarahkan pada penguasaan kosakata dan percakapan. Fasilitas ini juga diharapkan menjadi sarana pertukaran budaya serta memperkuat hubungan pendidikan Indonesia dan Tiongkok. Melalui pembelajaran bahasa, peserta dapat mengenal cara berkomunikasi sekaligus memahami konteks budaya yang menyertainya.

Pemerintah Kota Bandung turut membuka peluang penjajakan pelatihan bahasa Mandarin bagi aparatur sipil negara. Rencana tersebut dapat mendukung peningkatan kemampuan komunikasi, terutama bagi aparatur yang berhadapan dengan kerja sama atau kunjungan dari mitra internasional. Namun, peluang penjajakan itu tidak berarti seluruh ASN telah menjadi peserta atau program pelatihan sudah berjalan.

Pengelola juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Bandung. Kolaborasi tersebut dapat memperluas akses pembelajaran dan membangun hubungan akademik. Bentuk kerja sama lebih lanjut tetap bergantung pada pembahasan serta kesepakatan pihak-pihak terkait.

Baca juga: Parkir Sembarangan di Bandung, 1.729 Kendaraan Ditindak Dishub Sepanjang 2026

Bandung Perkuat Peran sebagai Kota Pendidikan

Kehadiran pusat pembelajaran bahasa Mandarin menambah pilihan sarana pengembangan kompetensi masyarakat. Bandung memiliki lingkungan pendidikan dengan beragam perguruan tinggi dan komunitas pembelajar. Fasilitas baru ini diharapkan dapat melengkapi ekosistem tersebut melalui pembelajaran bahasa dan kegiatan lintas budaya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan harapan agar pusat bahasa dapat mendukung pertukaran pelajar dan memperkuat hubungan dengan Tiongkok. Pengembangan kemampuan bahasa juga berpotensi membantu masyarakat berinteraksi dalam kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan kunjungan internasional. Harapan tersebut merupakan arah pengembangan, bukan jaminan bahwa peningkatan kunjungan atau pertukaran telah terjadi.

Masyarakat yang berminat dapat mencari informasi mengenai program melalui pengelola Priangan Smart Mandarin Learning Center. Calon peserta sebaiknya memastikan jadwal, mekanisme pendaftaran, materi, dan biaya sebelum mengikuti kelas. Dengan informasi yang jelas, fasilitas dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing peserta.

Peresmian pada 5 November 2026 menjadi langkah awal pengembangan pusat pembelajaran tersebut. Dukungan hibah, keterlibatan yayasan, dan perhatian pemerintah daerah menjadi unsur penting dalam penyediaan fasilitas. Keberlanjutan program selanjutnya akan ditentukan oleh pelaksanaan kelas, partisipasi masyarakat, serta kerja sama pendidikan yang dapat dibangun.

Melalui pusat pembelajaran ini, Bandung memperluas ruang belajar bahasa Mandarin sekaligus membuka kesempatan mengenal budaya Tiongkok. Inisiatif tersebut menambah pilihan kegiatan pendidikan bagi masyarakat dan memperkuat upaya membangun kota yang terbuka terhadap pertukaran pengetahuan lintas negara.

Sumber: bandung.go.id

Related Post

Tinggalkan komentar