Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,89 Persen, Lampaui Pertumbuhan Nasional 2026

sekitarbandungcom – Ekonomi Jawa Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,89 persen pada triwulan III 2026 secara tahunan. Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang

nathanael gihon

sekitarbandungcom – Ekonomi Jawa Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,89 persen pada triwulan III 2026 secara tahunan. Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen pada periode yang sama. Kinerja ini menunjukkan aktivitas ekonomi di provinsi tersebut tetap bergerak positif di tengah dinamika perekonomian nasional.

Data pertumbuhan itu menjadi salah satu gambaran kondisi ekonomi Jawa Barat hingga September 2026. Selain membandingkan capaian tahunan, perkembangan ekonomi juga dapat dilihat melalui pertumbuhan antarkuartal, akumulasi sepanjang tahun, serta kinerja berbagai lapangan usaha dan komponen pengeluaran.

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh 5,89 Persen pada Triwulan III

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menyampaikan bahwa ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,89 persen secara year-on-year pada triwulan III 2026. Angka tersebut lebih tinggi 0,42 poin persentase dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,47 persen.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat juga meningkat. Pada triwulan III 2025, laju pertumbuhan tercatat sebesar 5,19 persen. Sementara itu, secara kuartalan atau quarter-to-quarter, ekonomi Jawa Barat tumbuh 0,62 persen dibandingkan triwulan II 2026.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga triwulan III 2026 mencapai 5,81 persen. Perbedaan ukuran tersebut penting diperhatikan karena angka tahunan, kuartalan, dan kumulatif menggunakan periode pembanding yang tidak sama.

Produk Domestik Regional Bruto Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp844,54 triliun atas dasar harga berlaku. Berdasarkan harga konstan, nilainya tercatat Rp489,11 triliun. Kedua ukuran tersebut menggambarkan nilai kegiatan ekonomi dengan dasar penghitungan berbeda.

Baca juga: Harga Tiket Java United vs Persib Bandung di Jatidiri, Cek 5 Kategori dan Harganya

Sejumlah Lapangan Usaha Catat Pertumbuhan Positif

Dari sisi lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi dalam daftar sektor yang dipaparkan, yakni 14,54 persen. Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 14,46 persen.

Transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan 13,61 persen, sedangkan jasa lainnya tumbuh 12,18 persen. Sektor konstruksi mencatat pertumbuhan 9,10 persen. Adapun industri pengolahan tumbuh 4,98 persen dan perdagangan sebesar 4,13 persen.

Angka tersebut menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antarlapangan usaha. Pertumbuhan paling tinggi tidak selalu berarti sektor tersebut memiliki kontribusi terbesar terhadap keseluruhan perekonomian. Industri pengolahan tetap menjadi salah satu sektor dominan dalam struktur ekonomi Jawa Barat.

Baca juga: Pembunuhan di Cimahi, Wanita 43 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos

Konsumsi Pemerintah Tumbuh 28,34 Persen

Dilihat dari komponen pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 28,34 persen. Pembentukan modal tetap bruto atau PMTB tumbuh 8,85 persen, sedangkan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga meningkat 8,66 persen.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93 persen. Pada komponen perdagangan luar daerah dan luar negeri, ekspor barang dan jasa tercatat tumbuh 3,02 persen, sementara impor barang dan jasa tumbuh 6,11 persen.

Pertumbuhan konsumsi pemerintah menjadi angka tertinggi di antara komponen pengeluaran yang disebutkan. Namun, tingkat pertumbuhan tersebut tidak dapat langsung dimaknai sebagai kontribusi terbesar terhadap PDRB. Penilaian kontribusi memerlukan informasi mengenai bobot setiap komponen dalam keseluruhan kegiatan ekonomi.

Ekonomi Jawa Barat Perlu Terus Dicermati

Capaian pertumbuhan 5,89 persen menempatkan ekonomi Jawa Barat di atas angka nasional pada triwulan III 2026. Meski demikian, pertumbuhan agregat perlu dibaca bersama perkembangan sektor usaha, konsumsi, investasi, serta kondisi masyarakat.

Data tersebut menjadi bahan untuk melihat arah perekonomian daerah, bukan satu-satunya ukuran kesejahteraan. Perkembangan daya beli, kesempatan kerja, pemerataan aktivitas usaha, dan stabilitas harga tetap perlu dicermati dalam menilai kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh.

Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menggunakan informasi statistik tersebut sebagai salah satu dasar memahami perubahan ekonomi. Pemantauan pada triwulan berikutnya juga diperlukan untuk melihat apakah momentum pertumbuhan dapat berlanjut.

Dengan pertumbuhan tahunan 5,89 persen, ekonomi Jawa Barat mencatat kinerja yang lebih tinggi daripada nasional pada periode yang sama. Rincian sektoral dan komponen pengeluaran memberikan konteks mengenai bagian-bagian ekonomi yang tumbuh, sekaligus menjadi pengingat bahwa capaian agregat perlu dibaca secara proporsional.

Angka ini perlu dibandingkan dengan rilis berikutnya untuk membaca kesinambungan pertumbuhan ekonomi daerah ke depan.

Sumber: bandung.bisnis.com

Related Post

Tinggalkan komentar