3 Ruas Jalan Dikota Bandung ini Akan Bebas Kabel Udara yang Semerawut

Bandung, 24 Desember 2024 – Demi mempercantik wajah kota dan meningkatkan keamanan warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mengumumkan target

Redaksi Sekitar Bandung

3 Ruas Jalan Dikota Bandung ini Akan Bebas Kabel Udara yang Semerawut

Bandung, 24 Desember 2024 – Demi mempercantik wajah kota dan meningkatkan keamanan warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), mengumumkan target ambisius untuk membebaskan tiga ruas jalan utama dari semerawutnya kabel udara. Upaya masif ini dicanangkan akan selesai paling lambat hingga akhir tahun 2024, menandai langkah konkret Pemkot dalam menata infrastruktur perkotaan.

 

Tiga Lokasi Prioritas: Jalan Aceh, Naripan, dan Riau

Inisiatif ini secara spesifik menargetkan tiga ruas jalan strategis di Kota Bandung: Jalan Aceh, Jalan Naripan, dan Jalan Riau. Ketiga jalan ini dikenal sebagai koridor penting yang tak hanya menjadi jalur transportasi utama, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi dengan keberadaan gedung-gedung bersejarah dan area komersial yang ramai. Pemilihan ketiga ruas ini menunjukkan fokus Pemkot pada area yang memiliki dampak visual dan fungsional yang signifikan.

“Tiga ruas jalan menjadi target kita, Jalan Aceh, Jalan Naripan, dan Jalan Riau. Insyaallah mulai dari sekarang kita laksanakan,” tegas Yayan A. Brilyana, perwakilan dari Diskominfo Kota Bandung, seperti dikutip dari Antaranews. Pernyataan ini menegaskan dimulainya fase eksekusi di lapangan setelah perencanaan yang matang.

Pekerja sedang menaiki tangga untuk memperbaiki atau menata kabel udara yang semerawut di Bandung.

Tujuan Mulia: Estetika dan Keamanan Kota

Pembenahan kabel udara ini memiliki dua tujuan utama yang saling berkaitan erat. Pertama, meningkatkan nilai estetika Kota Bandung. Kabel-kabel yang menjuntai dan kusut di atas kepala seringkali menjadi pemandangan yang mengganggu, mengurangi keindahan arsitektur kota dan menciptakan kesan kumuh. Dengan merapikan atau bahkan mengubur kabel-kabel ini, diharapkan wajah Bandung akan menjadi lebih bersih, rapi, dan modern, selaras dengan citranya sebagai kota pariwisata dan kreatif. Ini adalah bagian dari upaya Pemkot untuk menciptakan lingkungan urban yang lebih nyaman dan menarik bagi penduduk maupun pengunjung.

Kedua, yang tak kalah penting, adalah meminimalisir risiko potensi kecelakaan. Kabel udara yang tidak tertata rapi dapat menjadi ancaman serius. Potensi bahaya seperti sengatan listrik akibat kabel terkelupas, risiko terjatuh bagi pejalan kaki karena kabel yang rendah, hingga ancaman yang lebih besar seperti kebakaran atau bahkan kecelakaan fatal akibat kabel putus saat angin kencang atau gempa bumi, adalah realitas yang perlu dihindari. Dengan menata kabel secara sistematis, Pemkot berupaya menciptakan lingkungan kota yang lebih aman bagi seluruh warganya.

baca juga : Perubahan APBD Bandung 2025: Sejalan Visi Daerah dan Nasional, Fokus Pembangunan Diperkuat

Lanjutan dari Program Konsisten Penataan Kabel Udara

Program penataan kabel udara ini bukanlah inisiatif dadakan. Sebagaimana diketahui, pada awal tahun 2024, Pemkot Bandung telah menargetkan untuk merapikan kabel di 30 ruas jalan dengan total panjang sekitar 66,35 kilometer. Target yang diumumkan saat ini untuk Jalan Aceh, Naripan, dan Riau adalah bagian dari kelanjutan dan fokus dari program yang lebih besar tersebut. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang Pemkot dalam menata infrastruktur utilitas kota secara bertahap namun konsisten.

Berbagai tantangan tentu menyertai proses penataan ini. Koordinasi yang intensif antara Diskominfo sebagai koordinator, PLN sebagai penyedia listrik, perusahaan telekomunikasi (Telkom, provider seluler, internet), serta perusahaan penyedia layanan lainnya yang menggunakan jaringan kabel udara, sangatlah krusial. Selain itu, proses teknis seperti pemindahan kabel ke bawah tanah (ducting), identifikasi kabel yang tidak aktif untuk dicabut, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi gangguan sementara selama pengerjaan, membutuhkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang cermat.

 

Dampak dan Harapan Masa Depan Bandung

Ketika proyek ini rampung, dampaknya akan sangat terasa. Tidak hanya pemandangan kota yang lebih indah, tetapi juga peningkatan rasa aman bagi pejalan kaki dan pengguna jalan. Lingkungan yang rapi juga dapat mendorong investasi dan aktivitas ekonomi. Bagi warga, ini berarti kota yang lebih nyaman untuk ditinggali, bekerja, dan berwisata.

Pemkot Bandung berharap, dengan tuntasnya penataan kabel di tiga ruas jalan prioritas ini hingga akhir tahun 2024, akan menjadi pilot project dan model bagi penataan di ruas jalan lainnya di masa mendatang. Ini adalah bagian dari visi Bandung sebagai kota cerdas (smart city) yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga tertata rapi, aman, dan nyaman untuk semua. Kolaborasi aktif dari seluruh pihak, termasuk kesabaran warga selama proses pengerjaan, akan menjadi kunci keberhasilan upaya mulia ini.

baca juga : Jalur Rahasia ke Terminal Leuwipanjang Bebas Macet yang Wajib Kamu Tahu

Related Post

Tinggalkan komentar