Tragis! 2 Pemancing Tenggelam GBLA Bandung, Berawal dari Kail Tersangkut

Bandung, 10 Oktober 2024 – Kabar duka menyelimuti warga Bandung setelah dua orang pemancing, berinisial DN dan DS, ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam sedalam

Redaksi Sekitar Bandung

Tragis! 2 Pemancing Tenggelam GBLA Bandung, Berawal dari Kail Tersangkut

Bandung, 10 Oktober 2024 – Kabar duka menyelimuti warga Bandung setelah dua orang pemancing, berinisial DN dan DS, ditemukan tewas tenggelam di sebuah kolam sedalam 3 meter di kawasan Jalan SOR Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung. Peristiwa nahas yang merenggut nyawa keduanya terjadi pada Kamis malam, 10 Oktober 2024, sekitar pukul 21:07 WIB, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan menjadi peringatan keras bagi para penggemar aktivitas memancing.

Kronologi Pilu: Ketika Hobi Membawa Duka bagi Pemancing Tenggelam GBLA

Insiden pilu ini bermula ketika DN dan DS, yang diketahui rutin memancing di lokasi tersebut, tengah menikmati hobi mereka pada Kamis malam. Menurut keterangan saksi mata yang dihimpun oleh petugas, sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya masih terlihat memancing seperti biasa di tepi kolam.

“Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 21.00 WIB korban sedang memancing di lokasi,” ujar Kasi Keselamatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, John Erwin, saat dikonfirmasi.

Malam yang seharusnya tenang itu berubah menjadi malapetaka ketika kail pancing milik DS tersangkut pada sebuah ranting yang berada di dalam kolam. Berniat untuk menyelamatkan kail kesayangannya, DS kemudian berupaya mengambilnya. Namun, nasib berkata lain. Tanpa diduga, DS terpeleset dan langsung terjebur ke dalam kolam. Kedalaman kolam yang mencapai sekitar 3 meter, ditambah kemungkinan kondisi dasar yang licin atau lumpur, membuat DS kesulitan untuk kembali ke permukaan.

Melihat rekannya dalam bahaya, DN tanpa berpikir panjang langsung berupaya memberikan pertolongan. Tindakan heroik ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian seorang teman. Namun, situasi di dalam air mungkin lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Tragisnya, setelah DN terjun untuk membantu DS, keduanya tidak lagi kembali muncul ke permukaan.

Kolam tempat insiden pemancing tenggelam GBLA

baca juga : Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Dimulai, Susi Air Terbang Perdana dari Bandung

Upaya Penyelamatan dan Duka yang Tak Terelakkan

Ketiadaan dua pemancing ini di permukaan kolam segera menarik perhatian saksi mata lainnya di sekitar lokasi. Alarm bahaya pun berbunyi, dan warga sekitar segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib dan tim penyelamat. Petugas dari Diskar PB Kota Bandung segera tiba di lokasi untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi.

Meskipun dalam kondisi gelap malam dan kedalaman kolam yang menantang, tim penyelamat bekerja keras. Setelah beberapa waktu melakukan pencarian, jasad kedua korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam kolam. Dengan harapan tipis, namun tetap berusaha, kedua korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun, takdir berkata lain. Setelah serangkaian upaya penyelamatan, nyawa keduanya tak tertolong. Dokter menyatakan DN dan DS meninggal dunia.

 

Imbauan Keselamatan dan Peran Masyarakat

Insiden tragis ini menjadi pengingat yang pahit akan risiko tersembunyi di balik aktivitas rekreasi seperti memancing, terutama di lokasi yang tidak selalu diawasi secara ketat atau memiliki peringatan keselamatan yang jelas. Kolam-kolam di area terbuka, termasuk di kompleks olahraga seperti GBLA, seringkali memiliki kondisi dasar yang tidak rata, licin, atau bahkan berlumpur, yang bisa menjadi jebakan mematikan bagi siapapun yang terjatuh.

Pihak berwenang, melalui Diskar PB Kota Bandung, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di dekat perairan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil meliputi:

  • Hindari memancing di area yang tidak memiliki pagar pengaman atau pencahayaan memadai, terutama di malam hari.
  • Selalu pergi memancing bersama teman atau kelompok, jangan sendirian, agar ada yang bisa memberikan pertolongan pertama jika terjadi insiden.
  • Gunakan perlengkapan keselamatan jika memungkinkan, seperti pelampung, terutama jika tidak yakin dengan kedalaman atau kondisi air.
  • Waspadai permukaan yang licin di tepi kolam atau sungai.
  • Jangan memaksakan diri untuk mengambil barang yang jatuh ke air jika kondisi tidak aman.

Penyelidikan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang berkontribusi pada kecelakaan ini, serta untuk mengevaluasi standar keamanan di area kolam tersebut. Kehilangan DN dan DS adalah duka bagi keluarga mereka dan juga bagi komunitas pemancing di Bandung. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

baca juga : Trotoar Beraspal Kota Bandung: 5 Alasan Inovasi Ini Layak Jadi Percontohan Nasional

Related Post

Tinggalkan komentar