Mahasiswa ITB Bangun Sanitasi Ponpes, 3 Tahapan Hebat!

sekitarbandung.com – Mahasiswa ITB bangun sanitasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Quran, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Akses air bersih

Aracely Azwa

Mahasiswa ITB Bangun Sanitasi Ponpes, 3 Tahapan Hebat!

sekitarbandung.com – Mahasiswa ITB bangun sanitasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Quran, Kabupaten Bandung, sebagai bentuk kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Akses air bersih yang sebelumnya terbatas, kini tersedia melalui pembangunan sistem distribusi oleh mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Program ini dilaksanakan oleh Badan Semi Otonom (BSO) ENVRZ! dari Keluarga Mahasiswa Infrastruktur Lingkungan (KMIL) ITB, dengan dukungan penuh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITB.

Baca Juga: Awas Macet! 5 Event Seru Bikin Bandung Padat 14-15 Juni 2025

Mengapa Program Ini Penting?

Ponpes Miftahul Quran yang berdiri pada 2023 memiliki sekitar 70 santri dan sebelumnya bergantung pada aliran air sungai dengan bantuan pompa listrik. Meskipun terdapat sumber mata air alami di sekitar area pesantren, keterbatasan dana menghambat pemanfaatannya secara optimal.

Ketua Tim Pelaksana BSO ENVRZ! KMIL ITB, Raihan Aqeel Keanu Azra, menjelaskan, “Pembangunan infrastruktur ini dilatarbelakangi oleh minimnya akses air bersih di Ponpes Miftahul Quran. Dengan infrastruktur baru ini, kami harap kebutuhan air bersih santri dapat terpenuhi secara berkelanjutan.”

3 Tahap Mahasiswa ITB Bangun Sanitasi Ponpes

1. Tahap Perencanaan dan Survei
Kegiatan diawali pada awal Mei 2025 dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama pemangku kepentingan, pengurus ponpes, perangkat desa, dan warga. Survei lokasi dilakukan untuk memastikan kelayakan sumber air serta menentukan jenis bahan bangunan yang akan digunakan.

2. Tahap Konstruksi dan Interaksi Sosial
Pembangunan dilakukan pertengahan Mei 2025, meliputi pembuatan bak penangkap mata air, instalasi pipa HDPE untuk distribusi, serta pemasangan dua tangki penampung masing-masing berkapasitas 2.000 liter dan 1.000 liter.

“Selain membangun infrastruktur, kami juga mengadakan kegiatan interaktif bersama santri, seperti sesi belajar dan bermain, agar proyek ini juga menyentuh sisi sosial,” kata Raihan.

3. Tahap Peresmian dan Edukasi
Proyek resmi diresmikan pada awal Juni 2025. Selain itu, dilakukan edukasi kepada warga tentang pentingnya konservasi mata air serta cara merawat sistem distribusi air bersih agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan infrastruktur ini tidak hanya dimanfaatkan, tapi juga dijaga oleh seluruh warga pondok dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sistem Sanitasi yang Ramah Lingkungan

Sistem yang dibangun mahasiswa ITB didesain berdasarkan prinsip 4K:

  • Kuantitas: Mampu memenuhi kebutuhan seluruh santri

  • Kualitas: Menjaga air tetap layak konsumsi

  • Kontinuitas: Air tersedia sepanjang hari

  • Keberlanjutan: Melibatkan masyarakat dalam perawatan dan pelestarian sumber air

Harapan untuk Pengembangan Wilayah

Distribusi air bersih kini menjangkau seluruh fasilitas pondok: masjid, asrama, aula, dan rumah pengurus. Ke depan, sistem ini diharapkan bisa diperluas agar dapat memenuhi kebutuhan warga sekitar.

“Kami berharap potensi sumber daya alam di wilayah ini bisa lebih dikenal oleh sivitas akademika ITB dan dikembangkan sebagai proyek keberlanjutan,” ujar Raihan.

Kolaborasi Multi-Pihak

Program ini tidak hanya dijalankan oleh mahasiswa, tetapi juga melibatkan:

  • Pengurus Ponpes Miftahul Quran

  • Perangkat desa setempat

  • Direktorat Kemahasiswaan ITB sebagai sponsor utama

Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara kampus dan masyarakat dapat menghasilkan dampak yang konkret dan berkelanjutan.

Tentang BSO ENVRZ! KMIL ITB

BSO ENVRZ! adalah lembaga semi otonom di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Infrastruktur Lingkungan ITB yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat berbasis keilmuan teknik lingkungan.

Mahasiswa ITB bangun sanitasi di Ponpes Miftahul Quran bukan hanya memberikan manfaat langsung berupa air bersih, tetapi juga menjadi bentuk nyata peran mahasiswa dalam pembangunan desa. Program ini menjadi contoh baik bagaimana institusi pendidikan tinggi bisa berkontribusi secara teknis, sosial, dan berkelanjutan.

Sumber:  di Tribun Jabar

jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar