sekitarbandung.com – Ada luka yang tak bisa disuarakan, namun bisa dituliskan. Itulah yang dilakukan oleh Niskalsa (23), penulis muda asal Bandung, dalam karya debutnya bertajuk ‘Kita Sudah Tidak di Sana’. Buku ini merupakan kumpulan prosa liris yang merangkum perasaan kehilangan, harapan, dan upaya berdamai dengan masa lalu—selama hampir satu dekade ia tulis.
“Kesedihan itu seperti musim. Ia akan berganti,” ujar Niskalsa saat peluncuran buku di Batoe Coffee and Space, Kabupaten Bandung, akhir pekan lalu.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa buku ini hadir sebagai teman sunyi, khususnya bagi pembaca yang sedang menjalani masa sulit namun tidak tahu harus bercerita pada siapa.
Buku ini dapat dipesan langsung melalui: https://s.id/bukukstd
Distribusi toko fisik: Segera tersedia di seluruh Gramedia Indonesia
Baca Juga: Bupati Batanghari Viral Ngambek Saat Acara ASN: Muhammad Fadhil Arief Akhirnya Buka Suara
Proses Penulisan yang Panjang dan Penuh Makna
Niskalsa mulai menulis potongan-potongan kalimat sejak 2016. Barulah pada tahun 2022 ia memutuskan untuk menghimpun semuanya dalam satu naskah utuh. Prosesnya rampung pada Desember 2024.
“Menulis ulang dengan rasa lama adalah tantangan terbesar,” akunya. “Saya ingin menjaga keaslian perasaan dari masa itu, tapi tetap menghadirkan narasi yang matang.”
Karya yang Akan Berlanjut
Saat ini, Niskalsa sudah menyiapkan sekuel dari buku Kita Sudah Tidak di Sana. Ia menyebut bahwa buku pertamanya ini hanyalah langkah awal dari perjalanan panjangnya dalam dunia sastra Indonesia.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kita tidak bisa menunggu waktu, karena waktu tidak pernah menunggu,” pesannya untuk para penulis pemula.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

