NasDem Perkuat Barisan Dukung Wali Kota Bandung, Targetkan Lompatan Politik 2029

sekitarbandung.com – Dukungan NasDem untuk Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus menguat. Hal itu tampak dalam pelantikan pengurus baru DPD NasDem Kota Bandung pada Sabtu

Aracely Azwa

NasDem Perkuat Barisan Dukung Wali Kota Bandung, Targetkan Lompatan Politik 2029

sekitarbandung.com – Dukungan NasDem untuk Wali Kota Bandung Muhammad Farhan terus menguat. Hal itu tampak dalam pelantikan pengurus baru DPD NasDem Kota Bandung pada Sabtu (19/7/2025). Dalam kesempatan tersebut, partai tidak hanya meresmikan struktur baru, tetapi juga menggandeng sejumlah mantan pejabat strategis demi penguatan organisasi menjelang Pemilu 2029.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk komitmen nyata NasDem dalam mendorong keberlanjutan program pemerintahan Farhan, serta memberi landasan kuat bagi peluangnya di periode kedua.

Baca Juga: Bantuan Rutilahu Kabupaten Bandung: Rumah Warga Cipaku Kini Lebih Layak Huni

Penguatan Struktur: NasDem Siapkan Mesin Politik Jelang 2029

Ketua DPW NasDem Jawa Barat, Mamat Rachmat, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari kerja konkret seluruh pengurus.

“SK sudah turun, sekarang waktunya bekerja. Kota Bandung adalah barometer politik Jawa Barat,” ujarnya.

NasDem mematok target ambisius: menaikkan kursi dari 6 menjadi 10 di DPRD Kota Bandung, serta merebut dua kursi DPRD Provinsi dan kembali mengisi kursi DPR RI dari dapil Bandung.

Dukungan Lewat Tokoh Berpengalaman: Sinergi dan Strategi

Menurut Ketua DPD NasDem Kota Bandung, Rendiana Awangga, dukungan NasDem untuk Wali Kota Bandung diperkuat melalui kehadiran para eks birokrat.

Tokoh-tokoh yang bergabung:

  • Dr. Ahyani Raksanegara – Mantan Kadinkes

  • Dadang Iriana – Mantan Kasatpol PP

  • Dr. Kamalia Purbani – Mantan Kepala Bappelitbang dan Asda 1

  • Arief Prasetya – Mantan Kepala Bapenda dan DPKP

“Mereka hadir bukan sekadar nama, tapi memberi masukan langsung untuk mempercepat kebijakan publik,” tegas Awangga.

Menjadi Mitra Eksekutif, Bukan Mengkooptasi Kekuasaan

Awangga menegaskan bahwa NasDem tidak ingin mengintervensi pemerintahan.

“Arahan dari pusat jelas: jangan kuasai eksekutif. Kami hadir sebagai mitra, agar program berjalan tepat sasaran,” katanya.

Karena kompleksitas tantangan kota, lanjutnya, NasDem juga mendorong Farhan untuk maju kembali di periode kedua demi kesinambungan kebijakan.

Muhammad Farhan: Kritik Itu Vitamin Demokrasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut dukungan itu dengan tetap menegaskan fokus utamanya: menyelesaikan tugas di periode pertama.

“Saya percaya kritik itu penting. Kalau hanya dengar pujian, pemimpin bisa kehilangan realitas,” ungkapnya.

Farhan menjelaskan, empat bulan awal pemerintahannya digunakan untuk menyusun fondasi program berbasis data, termasuk:

  • Kajian sistem transportasi publik (angkot pintar)

  • Solusi sampah berbasis teknologi

  • Perencanaan infrastruktur yang tepat sasaran

Sikap Farhan terhadap Jabatan: Hormat pada Konstitusi

Terkait isu masa jabatan tujuh tahun yang sedang dibahas di Mahkamah Konstitusi, Farhan memilih fokus bekerja.

“Dua periode atau tujuh tahun, biarlah konstitusi yang menentukan. Tugas saya menyelesaikan amanah yang sudah ada,” ujarnya.

Ia menilai, perubahan sistem politik harus sesuai prinsip demokrasi dan tidak boleh dipaksakan.

Inovasi sebagai Solusi Anggaran Minim

Dalam penutup acara, Awangga menyoroti pentingnya inovasi. Menurutnya, APBD Kota Bandung tidak akan cukup tanpa terobosan baru.

“Inovasi kecil seperti e-budgeting, layanan publik digital, atau efisiensi anggaran bisa berdampak besar. Dan kami siap mendukung itu,” katanya.

Untuk kebijakan terbaru dari KPU dan Pemilu 2029, kunjungi situs resmi kpu.go.id

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar