sekitarbandung.com – Kerja sama Pemkot dan Kadin Bandung resmi diumumkan pada Selasa (22/7/2025) sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah. Fokus utama kolaborasi ini adalah pengembangan sektor parkir dan ritel lokal, dua bidang yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi dalam waktu dekat.
Pemkot dan Kadin Bandung Resmi Gandeng Kolaborasi Strategis
Dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan memperkenalkan Pj. Ketua Kadin Bandung yang baru, M. Firaldi Akbar. Ia menegaskan bahwa kerja sama Pemkot dan Kadin Bandung akan difokuskan pada peningkatan dua sektor vital.
“Fokus kita ke parkir dan ritel karena dua sektor ini akan kita dorong besar-besaran,” ujar Farhan.
Baca Juga: Penjual Siomay Tampan Viral, Ini Kisah Egi Saputra
Transformasi Bisnis Parkir: Digitalisasi dan Dampak Sosial
Sektor parkir menjadi prioritas utama. Rencana implementasi sistem pembayaran parkir non-tunai dan perbaikan layanan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas kota. Lebih dari itu, Pemkot dan Kadin ingin memastikan kesejahteraan para juru parkir (jukir) dan keluarganya tetap terjaga melalui pendekatan sosial yang terintegrasi.
Farhan menyebut bahwa transformasi ini juga sebagai solusi penataan parkir dan penguraian kemacetan, terutama di area pusat kota.
Ritel Lokal dan UMKM: Sinergi Lintas Lembaga
Kerja sama Pemkot dan Kadin Bandung juga akan mencakup penguatan sektor ritel dan pemberdayaan UMKM lokal, yang akan disinergikan dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Koperasi & UMKM, Dinas Perdagangan, serta Dekranasda Kota Bandung.
Saat ini, lebih dari 150 koperasi Merah Putih telah aktif di kota ini dan menjadi fondasi penting dalam memperluas jaringan ritel lokal.
“Kalau Kadin sudah siap, kita ajak mereka memperluas jaringan ritel lokal,” tambah Farhan.
Komitmen Kadin: Ekonomi Tanpa Konflik
Ketua Kadin Bandung yang baru, M. Firaldi Akbar, menyatakan bahwa fokus organisasinya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa terlibat konflik kepentingan. Ia juga membuka peluang untuk investasi langsung dari Kadin di bidang parkir dan ritel dengan pendekatan profesional.
“Kami ingin menyerap kondisi riil dulu. Fokus kami adalah ekonomi, bukan konflik,” tegas Firaldi.
Dalam langkah berikutnya, kolaborasi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan bisnis lokal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bandung.
Sebagai informasi tambahan, pendekatan seperti ini telah terbukti berhasil di beberapa kota lain di Indonesia. Untuk mempelajari model kemitraan serupa, Anda bisa melihat referensi dari program pengembangan UMKM di kota-kota lain.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

