sekitarbandung.com – Program Cek Kesehatan Gratis yang diluncurkan secara nasional sejak 4 Agustus 2025 mengungkap realita kesehatan siswa di berbagai sekolah, termasuk di SMP Negeri 5 Bandung. Dalam kunjungan lapangan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, ditemukan bahwa mayoritas siswa menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian serius.
Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Siswa Dimulai di SMPN 5 Bandung, 300 Siswa Diperiksa
68% Siswa Mengalami Gangguan Kesehatan
Dari hasil pemeriksaan terhadap 14 siswa secara acak, sebanyak 9 siswa mengalami gangguan penglihatan. Fakta ini membuat Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan keprihatinan mendalam.
“Dari 14 siswa, 9 memiliki masalah mata. Ini berarti hampir 70 persen anak-anak mengalami gangguan kesehatan,” ujar Erwan, Senin (4/8/2025), di SMPN 5 Bandung.
Ditemukan Anemia & Masalah Gigi
Program Cek Kesehatan Gratis juga mengungkap masalah lain seperti anemia dan kerusakan gigi pada siswa, terutama pada siswi yang sedang menstruasi.
“Hemoglobin rendah bisa menandakan risiko stunting. Sementara masalah gigi bisa menurunkan nafsu makan dan menyebabkan kekurangan gizi,” jelas Budi.
Selain pemeriksaan, program ini juga memberikan edukasi dan rujukan tindak lanjut ke puskesmas terdekat.
Sekolah Diklasifikasi Zona Merah, Kuning, dan Hijau
Berdasarkan hasil skrining, sekolah akan diklasifikasikan ke dalam tiga zona:
-
Zona Merah: Tingkat masalah kesehatan siswa tinggi
-
Zona Kuning: Gejala kesehatan terpantau
-
Zona Hijau: Bebas dari gangguan kesehatan mayor
“Sekolah dalam zona merah harus dipantau intensif oleh UKS dan puskesmas,” lanjut Erwan.
Pemerintah Kota Bandung Libatkan Banyak Dinas
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebutkan akan mengintegrasikan lintas dinas untuk menanggulangi masalah ini:
-
Dispora: Meningkatkan aktivitas fisik, seperti bulu tangkis, untuk mengurangi paparan gadget
-
Dinsos: Intervensi terhadap anak dengan masalah sosial atau gizi buruk
-
Disdik dan DP3A: Edukasi dan skrining berkala
“Ini bukan kerja satu dinas. Semua harus bergerak bersama,” tegas Farhan.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Menteri Kesehatan juga mengimbau para orang tua untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatan anak di fasilitas terdekat, seperti puskesmas dan UKS sekolah.
“Kadang anak malas belajar karena penglihatan terganggu. Itu bukan karena malas. Kalau giginya sakit, bisa mengganggu makan. Harus cepat ditangani,” tutup Budi.
Sumber Resmi
Program Cek Kesehatan Gratis telah menjadi langkah nyata dalam memetakan kondisi kesehatan siswa secara nasional. Temuan dari SMPN 5 Bandung menegaskan pentingnya skrining rutin dan tindakan preventif sejak dini. Kolaborasi pemerintah daerah, pusat, serta peran aktif orang tua menjadi kunci keberhasilan menjaga kualitas kesehatan generasi muda.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

