sekitarbandung.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, penjual bendera Bandung menghadapi tantangan berat. Mereka justru kalah saing dengan toko daring dan tren bendera anime seperti One Piece, yang kini lebih diminati pembeli.
Anri Harianto, penjual bendera musiman di Jalan Soekarno-Hatta, mengatakan pendapatannya terus menurun sejak dua tahun terakhir. Ia telah berjualan selama tujuh tahun dan menyebut 2025 sebagai tahun paling sulit.
“Sekarang makin susah. Banyak orang beli lewat online. Harga di e-commerce jauh lebih murah. Kita di pinggir jalan gak bisa saingan,” ujar Anri saat ditemui, Rabu (6/8/2025).
Harga bendera yang dijualnya berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp70 ribu, tergantung ukuran dan bahan. Namun, bendera merah putih justru jarang dilirik pembeli.
“Yang nanya bendera One Piece itu malah banyak banget. Tapi saya gak berani jual karena takut ditindak. Kita ini jualan di pinggir jalan, rawan disita aparat,” tambahnya.
Baca Juga: Program Gemarikan Bandung Barat Gencar Digaungkan untuk Cegah Stunting Anak
Fenomena Bendera Anime Geser Bendera Nasional
Hal serupa dialami Ari, penjual bendera di kawasan lain Bandung. Ia mulai membuka lapak sejak akhir Juli, tapi penghasilannya belum signifikan.
“Kalau yang beli ada, ya syukur. Tapi sekarang sepi. Yang laku malah bendera One Piece, saya jual Rp65 ribu. Biasanya dibeli anak-anak SMP, SMA, atau supir angkot. Bendera merah putih malah jarang,” ucap Ari.
Ari menyebut dirinya tetap menjual bendera karakter karena permintaan tinggi, meski ada risiko pelanggaran aturan.
“Kadang kalau disita, saya malah dapet pesanan borongan bendera merah putih. Jadi bisa lebih untung juga,” katanya sambil tersenyum.
Namun ia menyayangkan bahwa penindakan lebih sering menyasar pedagang kecil.
“Yang cetak bendera kayak gitu malah makin rame orderannya. Kita yang jualan kecil-kecilan malah ditakut-takutin terus,” keluhnya.
Harapan Pedagang Bendera Bandung untuk Pemerintah
Para penjual bendera Bandung berharap ada perlindungan dan perhatian lebih dari pemerintah, khususnya menjelang HUT RI.
“Kami cuma mau dagangan laku dan bisa pulang bawa uang. Jangan sampai semangat kemerdekaan cuma jadi simbol, sementara rakyat kecil makin terpinggirkan,” ujar Anri menutup perbincangan.
Sumber resmi
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

