Geser Indonesia, Negara Pakistan Menjadi Negara Muslim Terbanyak di Dunia Tahun 2024

AGAMA, BERITA, INTERNASIONAL77971 Dilihat
Geser Indonesia, Negara Pakistan Menjadi Negara Muslim Terbanyak di Dunia Tahun 2024

sekitarBANDUNGcomNegara Pakistan menggeser Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi penduduk Muslim terbanyak di dunia. Berdasarkan data terbaru dari World Population Review tahun 2024, Pakistan kini berada di puncak dengan total 240,8 juta penduduk Muslim, sedangkan Indonesia mengikuti di posisi kedua dengan 236 juta penduduk Muslim.

Di urutan ketiga ada India, dengan penganut Islamnya sejumlah 200 juta jiwa. Sementara di posisi keempat dan kelima ada Bangladesh dan Nigeria dengan penduduk Muslim masing-masing sebanyak 150,8 juta dan 97 juta jiwa.

Mayoritas Muslim tinggal di Afrika utara dan tengah, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Pada 2024 ini, Islam memiliki lebih dari 2 miliar pengikut dan menjadi agama terbesar kedua secara global. Menurut perkiraan, jumlah pemeluk Islam akan melebihi jumlah kaum Nasrani pada 2050.

Pencapaian Pakistan ini tidak hanya menandai bab baru dalam sejarah kependudukan umat Islam global tetapi juga menegaskan posisi Pakistan sebagai pemain kunci dalam diskusi dan kebijakan yang menyangkut komunitas Muslim di seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai rumah bagi populasi Muslim terbesar, tapi pertumbuhan penduduk yang pesat di Pakistan telah mengubah dinamika tersebut.

Pencapaian ini menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi dan demografis yang signifikan di Pakistan, memperkuat potensi negara tersebut untuk mempengaruhi isu-isu global yang berkaitan dengan umat Islam.

Meskipun Indonesia masih memegang peranan penting di panggung internasional berkat populasi yang besar dan keragaman budaya, pergeseran ini menyoroti pentingnya mengelola pertumbuhan populasi secara efektif dan bijaksana.

Keberhasilan Pakistan dalam mencapai tonggak sejarah ini membawa implikasi mendalam terhadap urusan umat Islam secara global, menunjukkan pentingnya perhatian terhadap dinamika demografi yang berubah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *