Sekitarbandung.com – Pernahkah kamu baru duduk sebentar di dalam kereta api, tetapi mata tiba-tiba terasa berat dan sangat mengantuk?
Kondisi tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh kurang tidur pada malam sebelumnya. Menurut sejumlah sumber, terdapat alasan ilmiah mengapa kereta api kerap disebut sebagai “mesin pengantar tidur alami”. Berikut penjelasannya.
The White Noise Effect
Melansir dari berbagai sumber, suara kereta yang melaju di atas rel dengan ritme yang stabil dan konsisten memiliki efek mirip white noise atau pink noise (bukan white noise murni).
Suara konstan tersebut membantu menutupi bunyi lain yang muncul secara tiba-tiba dan berpotensi mengganggu (auditory masking), sehingga otak tidak terus berada dalam mode waspada.
Akibatnya, pikiran menjadi lebih tenang dan rileks karena minim rangsangan suara yang dianggap sebagai ancaman.
The Rocking Effect
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa bayi mudah tertidur saat diayun? Menurut sejumlah penelitian, orang dewasa juga dapat merasakan efek serupa.
Gerakan lembut dan ritmis kereta api merangsang sistem vestibular atau sistem keseimbangan tubuh.
Melansir berbagai studi, gerakan ini membantu otak lebih cepat memasuki fase slow-wave sleep atau tidur nyenyak, seolah-olah ayunan rel menyelaraskan ritme kerja otak untuk beristirahat.
Baca Juga: Perubahan Sarana Empat Kereta Api Menjadi Stainless Steel New Generation
Rasa Aman dan Faktor Psikologis
Posisi duduk yang stabil, kursi yang nyaman, serta pemandangan yang bergerak perlahan di luar jendela memberikan sinyal kepada otak bahwa kondisi sekitar berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Menurut berbagai sumber psikologi, rasa aman tersebut menurunkan tingkat kewaspadaan berlebih, sehingga tubuh dan pikiran lebih mudah memasuki kondisi relaks.
Kombinasi suara yang stabil dan ayunan ritmis rel pun kerap dianggap sebagai obat tidur alami yang cukup ampuh.
Namun demikian, kamu tetap perlu waspada dengan memastikan barang bawaan tetap aman serta memasang alarm agar tidak melewati stasiun tujuan.
Apakah kamu termasuk tipe penumpang yang mudah tertidur pulas atau justru tetap terjaga hingga tiba di tujuan?
Disclaimer: Informasi ini berbasis pada studi neurosains umum. Efek suara dan guncangan terhadap kualitas tidur bersifat subjektif dan dapat berbeda pada setiap individu, tergantung kondisi fisik serta tingkat sensitivitas masing-masing.

