Resesi Seks Mengancam Indonesia, Begini Penjelasan BKKBN.

BERITA, Keluarga, nasional115 Dilihat

sekitarBANDUNGcom – Resesi seks merupakan keengganan seseorang atau pasangan untuk memiliki anak, atau memilih untuk hanya memiliki sedikit anak.

Salah satu pemicu resesi seks adalah biaya pernikahan dan merawat anak yang dinilai semakin mahal di samping biaya hidup yang semakin melonjak.
Fenomena ini mulai melanda sejumlah negara Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, tidak terkecuali di Indonesia.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, Indonesia juga bisa berpotensi mengalami fenomena resesi seks yang hari ini sedang marak di negara-negara Asia Tenggara. 
Hal tersebut bisa dilihat dari usia pernikahan penduduk Indonesia yang semakin tinggi. Jika sebelumnya mayoritas pernikahan terjadi pada pasangan usia muda, kini trennya banyak pasangan yang menunda pernikahan.
“Potensi itu (resesi seks Indonesia) ada, ada ya, tapi sangat panjang, karena kan gini usia pernikahan semakin lama kan semakin meningkat. (Ini bicara ) pernikahan loh bukan seks,” kata Hasto kepada wartawan di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (6/12/2022).
Fenomena itu, kata Hasto, banyak terjadi di kota-kota besar. Selain usia pasangan menikah yang semakin mundur, tren keluarga kecil dengan jumlah anak sedikit juga sedang terjadi.
Faktor ekonomi dan keluarga juga berpengaruh pada tren ini, terlebih besarnya beban yang ditanggung usia produktif hari ini, membuat mereka enggan menambah beban dengan melakukan pernikahan.
Artikel ini sudah tayang sebelumnya pada laman Kompas.com dengan judul Indonesia Berpotensi Alami Resesi Seks, Ini Dampaknya Menurut Sosiolog
Redaktur : Wildan Damang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *