Tips Cegah Anak Terpapar Radikalisme, Yuk Kita Ambil Peran Sebagai Upaya Pencegahan!

Sekitarbandung.com – Pada minggu lalu, publik dikejutkan dengan berita Densus 88 yang mengungkap sebanyak 70 anak dari 19 provinsi terpapar radikalisme, white supremacy, dan Neo-Nazi

Dicky Wicaksono

Tips Cegah Anak Terpapar Radikalisme, Yuk Kita Ambil Peran Sebagai Upaya Pencegahan! (Instagram/@humas_jabar)
Tips Cegah Anak Terpapar Radikalisme, Yuk Kita Ambil Peran Sebagai Upaya Pencegahan! (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Pada minggu lalu, publik dikejutkan dengan berita Densus 88 yang mengungkap sebanyak 70 anak dari 19 provinsi terpapar radikalisme, white supremacy, dan Neo-Nazi melalui grup chat internasional True Crime Community.

Jumlah anak yang terpapar paling banyak berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan mayoritas berusia 15 tahun atau berada pada masa transisi dari SMP ke SMA.

Dalam laporannya, Densus 88 juga menyampaikan sejumlah ciri anak yang terpapar radikalisme. Berikut beberapa tanda yang perlu diketahui sebagai bentuk deteksi dini:

  • Anak menarik diri dari pergaulan, menjauh dari keluarga atau teman lama.
  • Mengubah gaya berpakaian dan menggunakan simbol kelompok radikal.
  • Bersikap fanatik dan intoleran, tidak menerima perbedaan pendapat, serta mengelompokkan orang sebagai “kami vs mereka”.
  • Mengidolakan tokoh atau pelaku kekerasan ekstrem.
  • Tertutup dengan gawai dan bersikap defensif jika orang tua memeriksa aktivitas internet.
  • Terobsesi, menyukai, atau membagikan konten kekerasan serta narasi kebencian.
  • Membawa senjata tajam ke lingkungan sekolah.

Sebagai orang tua, tentu muncul kekhawatiran dan perhatian khusus terhadap kejadian tersebut.

Apalagi keluarga merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter anak dan memiliki peran krusial di dalam rumah sebelum anak menjelajahi dunia nyata maupun dunia maya.

Baca Juga: Anak Perempuan Cantik Bak Boneka Ini Derita Craniosynostosis, Jadi Sorotan Warganet

Lalu, apa yang bisa orang tua lakukan?

  • Membangun komunikasi yang terbuka dan hangat dengan menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman, serta mendengarkan anak dengan seksama tanpa menghakimi.
  • Memantau aktivitas media sosial anak, termasuk dengan menerapkan fitur parental control untuk memfilter konten.
  • Mengajarkan anak berpikir kritis agar mampu membedakan fakta dan opini, serta mengenali berita bohong dan mewaspadai teori konspirasi.
  • Membekali anak dengan pemahaman agama yang utuh, bahwa agama mengajarkan kedamaian, bukan kebencian.
  • Menanamkan sikap toleransi agar anak mampu memahami dan menghargai perbedaan.
  • Menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas bangsa yang kuat.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui unggahan akun Instagram @humas_jabar pada Rabu (14/1/2026), mengajak masyarakat untuk meluangkan waktu yang cukup dalam memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak.

“Hayu Wargi, luangkan waktu yang cukup untuk memberi perhatian dan kasih sayang pada anak. Supaya anak dapat tumbuh dengan baik, punya batasan sehat, dan memahami mana yang baik dan buruk untuk kehidupan dan masa depan,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: Momen Ayah Ini Ajarkan Anak Adzan Bikin Adem Hati, Netizen Dibuat Terpukau Suara Merdunya

Related Post

Tinggalkan komentar