sekitarbandung.com – Siapa yang tidak rindu dengan suasana Bandung? Kota Kembang ini tidak hanya menawarkan udara sejuk dan pemandangan asri, tetapi juga merupakan surga bagi wisata kuliner yang tak ada habisnya. Di tengah gempuran makanan kekinian yang silih berganti, jajanan jadul Bandung tetap memegang tahta di hati para penikmatnya.
Ada pesona magis dari camilan tradisional yang telah ada sejak era kolonial hingga tahun 80-an ini. Mereka menawarkan lebih dari sekadar rasa; mereka menawarkan kenangan. Mulai dari pedagang kaki lima hingga toko roti legendaris, kuliner ini menyajikan rasa autentik dengan harga terjangkau yang sulit ditandingi oleh menu modern.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke Paris van Java atau sekadar ingin bernostalgia, berikut adalah 10 jajanan jadul Bandung paling ikonik yang wajib masuk dalam daftar buruan kuliner Anda.
1. Cilok (Aci Dicolok)
Membuka daftar ini, kita bertemu dengan rajanya street food Bandung: Cilok. Sesuai namanya yang merupakan akronim dari “Aci Dicolok”, camilan ini terbuat dari tepung tapioka (aci) yang kenyal. Meskipun sederhana, kehangatan cilok yang disiram bumbu kacang gurih atau saus sambal selalu berhasil memanjakan lidah.
Seiring berjalannya waktu, jajanan jadul Bandung ini mengalami inovasi modern. Kini, Anda bisa menemukan cilok dengan isian tetelan daging, ayam, hingga kejutan lelehan keju di dalamnya. Sensasi memakannya di pinggir jalan tetaplah pengalaman yang paling autentik.
2. Batagor (Baso Tahu Goreng)
Tidak lengkap rasanya ke Bandung tanpa mencicipi Batagor. Berbeda dengan siomay yang dikukus, Batagor (Baso Tahu Goreng) menawarkan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Isian utamanya adalah adonan ikan tenggiri yang gurih, dibalut kulit pangsit atau dimasukkan ke dalam tahu, lalu digoreng hingga keemasan.
Kunci kenikmatannya terletak pada siraman kuah kacang yang kental dengan perpaduan rasa pedas manis yang pas, ditambah sedikit perasan jeruk limau. Jajanan ini tersedia luas di seluruh kota, mulai dari gerobak pikul hingga restoran ternama.
3. Cuanki
Saat udara Bandung mulai dingin, semangkuk Cuanki adalah obat terbaik. Nama Cuanki sendiri konon berasal dari singkatan “Cari Uang Jalan Kaki”, merujuk pada para pedagang aslinya yang memikul dagangan berkeliling kampung.
Satu porsi cuanki biasanya berisi bakso, siomay, tahu, dan batagor kering yang disiram kuah kaldu bening yang segar dan gurih. Kesederhanaan rasa inilah yang membuatnya menjadi makanan legendaris yang selalu dicari, memberikan kehangatan di setiap seruputan kuahnya.
4. Odading (Kue Bantal)
Sempat viral beberapa waktu lalu, Odading sejatinya adalah camilan tradisional yang sudah ada sejak lama. Sering disebut juga sebagai Kue Bantal karena bentuknya yang kotak dan menggelembung, roti goreng ini memiliki tekstur luar yang sedikit renyah dengan taburan wijen, namun empuk dan manis di bagian dalam.
Aroma ragi yang khas saat digoreng membuat siapa saja yang lewat gerobak penjualnya akan tergoda untuk berhenti. Odading paling nikmat disantap hangat-hangat sebagai teman minum kopi atau teh di pagi hari.
5. Colenak
Ingin mencicipi rasa manis yang benar-benar “nyunda”? Colenak adalah jawabannya. Singkatan dari “Dicocol Enak”, hidangan ini berbahan dasar peyeum (tape singkong) yang dibakar di atas arang hingga mengeluarkan aroma karamelisasi yang khas.
Keunikan jajanan jadul Bandung ini terletak pada sausnya (kinca) yang terbuat dari gula merah cair dicampur dengan parutan kelapa. Perpaduan rasa asam segar dari tape dan manis legit dari saus kinca menciptakan harmoni rasa yang melegenda sejak tahun 1930-an.
6. Kue Balok
Sering dijuluki sebagai kue brownies-nya orang Sunda, Kue Balok adalah kue padat manis berbahan dasar tepung, telur, dan susu yang dipanggang menggunakan cetakan khusus di atas arang. Metode memasak tradisional inilah yang memberikan aroma smoky yang khas.
Kue Balok yang paling dicari biasanya adalah yang dimasak setengah matang, di mana bagian dalamnya masih lumer di mulut. Eksis sejak tahun 1950-an, kue ini kini hadir dengan berbagai varian topping kekinian, namun versi originalnya tetap menjadi juara.
7. Sari Sari Aneka Kue Jajan Pasar
Beralih ke tempat yang lebih spesifik, Sari Sari adalah surga bagi pecinta kue basah. Tempat ini bukan sekadar toko kue, melainkan etalase budaya kuliner. Di sini, Anda bisa menemukan puluhan jenis jajanan pasar yang mungkin sudah sulit ditemukan di tempat lain, seperti nagasari, klepon, talam, hingga lumpia basah.
Keunggulan Sari Sari terletak pada kualitas rasa yang terjaga dan harga yang sangat bersahabat. Pengunjung sering kali kalap karena melihat deretan kue warna-warni yang ditata rapi, siap untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
8. Roti Gempol (Sejak 1958)
Jika Anda ingin merasakan wisata kuliner dengan nuansa vintage yang kental, Roti Gempol adalah destinasi wajib. Berdiri sejak tahun 1958, kedai ini menawarkan roti jadul yang teksturnya empuk dan padat, berbeda dengan roti modern yang cenderung kempes.
Menu andalannya adalah roti bakar gandum dengan isian melimpah, baik yang manis (srikaya, cokelat) maupun asin (daging asap, keju). Suasana kedainya yang sederhana dan homey membuat Anda seolah sedang sarapan di rumah nenek.
9. Toko Roti Sidodadi (Sejak 1954)
Satu lagi legenda roti di Bandung yang tak boleh dilewatkan: Toko Roti Sidodadi. Berdiri sejak 1954, toko ini terkenal dengan roti tawarnya yang padat dan mengenyangkan, serta aneka roti isi dan pastry tradisional.
Salah satu ciri khas makanan legendaris di sini adalah penggunaan bahan-bahan alami tanpa pengawet, sehingga rotinya tidak bertahan lama namun rasanya sangat segar dan autentik. Jangan kaget jika Anda harus mengantre panjang, karena popularitas Roti Sidodadi tak pernah surut dimakan zaman.
10. Perkedel Bondon
Sebagai penutup daftar, ada kuliner malam yang legendaris: Perkedel Bondon. Uniknya, perkedel kentang ini digoreng menggunakan tungku arang, memberikan aroma dan tekstur renyah di luar namun sangat lembut di dalam.
Warung ini biasanya baru buka pada malam hari dan selalu dipadati pengunjung. Dengan harga yang sangat murah (sekitar Rp2.000 per biji) dan rasa yang gurih, Perkedel Bondon menjadi teman setia bagi mereka yang mencari kehangatan di tengah dinginnya malam Bandung.
Baca juga : 7 Martabak Enak dan Populer di Bandung
Menikmati jajanan jadul Bandung bukan sekadar urusan memuaskan lapar, melainkan sebuah perjalanan melintasi waktu. Setiap gigitan dari Cilok, Odading, hingga Roti Gempol membawa cerita tentang sejarah kota dan kreativitas masyarakatnya yang bertahan puluhan tahun.
Jadi, saat Anda berkunjung ke Bandung berikutnya, pastikan untuk meluangkan waktu berburu kuliner legendaris ini. Rasakan sendiri rasa autentik yang membuat Bandung selalu dirindukan. Selamat berwisata kuliner.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

