sekitarbandungcom –Bandung tidak hanya dikenal melalui tempat wisata dan kafe modern, tetapi juga memiliki kuliner legendaris yang menyimpan cerita panjang.
Sejumlah tempat makan mampu bertahan selama puluhan tahun karena menjaga cita rasa, cara penyajian, dan hubungan dengan pelanggan.
Kuliner tersebut menjadi bagian dari perjalanan gastronomi Bandung yang masih menarik untuk dikenal hingga sekarang.
1. Toko Roti Sumber Hidangan
Toko Roti Sumber Hidangan telah dikenal sejak 1929 dan dahulu menggunakan nama Het Snoephuis.
Tempat ini menawarkan roti serta kue bergaya Eropa, terutama Belanda.
Selain pilihan makanannya, suasana klasik dan furnitur lama menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Lokasinya di kawasan Braga juga membuat Sumber Hidangan berkaitan erat dengan sejarah perkembangan Kota Bandung.
2. Toko Roti Sidodadi
Toko Roti Sidodadi berdiri sejak 1954 dan dikenal melalui roti jadul bertekstur padat.
Berbagai isian klasik tersedia, seperti kelapa, kismis, cokelat, serta pilihan manis dan gurih.
Toko ini menjadi contoh usaha kuliner yang tetap mempertahankan karakter produknya di tengah banyaknya toko roti modern.
Roti Sidodadi juga menarik bagi masyarakat yang ingin merasakan jajanan dengan nuansa masa lalu.
3. Mie Kocok Mang Dadeng
Mie Kocok Mang Dadeng telah beroperasi sejak 1953.
Pada awalnya, usaha ini dijalankan menggunakan gerobak sebelum berkembang dan memiliki beberapa cabang.
Menu utamanya dikenal melalui kuah kaldu yang kaya rasa serta kikil lembut sebagai pelengkap.
Selain mie kocok, tersedia sop kaki sapi dengan potongan kaki dan sumsum yang menjadi pilihan bagi pengunjung.
4. Rumah Makan Linggarjati
Rumah Makan Linggarjati merupakan tempat makan yang telah dikenal sejak dekade 1950-an.
Sajian bakmi dan yamien menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Mi buatan sendiri memberikan karakter tersendiri pada hidangan yang ditawarkan.
Rumah makan ini menunjukkan bahwa menu sederhana dapat bertahan lama apabila memiliki cita rasa yang konsisten dan terus diminati pelanggan.
5. Batagor Kingsley
Batagor Kingsley mulai dikenal sejak 1982 dan menjadi salah satu nama populer dalam kuliner Bandung.
Batagor serta siomaynya memiliki tekstur padat dan lembut, dengan rasa ikan tenggiri yang kuat.
Bumbu kacang menjadi pelengkap penting dalam penyajiannya.
Selain dinikmati langsung, batagor juga tersedia dalam kemasan beku yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh.
6. Batagor H. Isan
Batagor H. Isan memiliki sejarah yang berawal dari penjualan bakso tahu pada 1968.
Dalam perkembangannya, bakso tahu tersebut digoreng hingga kemudian dikenal sebagai batagor.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah olahan sederhana dapat berkembang menjadi makanan yang melekat dengan identitas kuliner Bandung.
Batagor H. Isan masih sering disebut ketika membahas sejarah batagor di kota ini.
Baca juga:5 Tempat Kuliner Bandung yang Cocok untuk Nongkrong Bersama Teman
7. Perkedel Bondon
Perkedel Bondon dikenal sebagai kuliner malam Bandung.
Makanan ini memiliki bagian luar yang garing dan bagian dalam yang lembut.
Proses penggorengan menggunakan tungku tradisional menjadi salah satu ciri yang membuatnya menarik.
Waktu berjualan pada malam hingga dini hari juga memberikan pengalaman berbeda bagi pembeli yang ingin menikmati jajanan setelah beraktivitas.
8. Lotek Mahmud
Lotek Mahmud menawarkan sajian tradisional berbahan sayuran dengan bumbu kacang.
Menu seperti lotek, gado-gado, dan rujak menjadi pilihan yang dapat dinikmati pelanggan.
Sayuran, lontong, kerupuk, dan bumbu yang diulek membentuk kombinasi rasa yang khas.
Kuliner seperti ini tetap diminati karena sederhana, dekat dengan tradisi makanan Sunda, dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
9. Mie Naripan
Mie Naripan merupakan salah satu tempat makan mi klasik di Bandung.
Mi yamin menjadi menu yang sering dikaitkan dengan tempat ini, selain pilihan lain seperti bihun, bakso, nasi goreng, dan bubur ayam.
Keberadaannya memperlihatkan bahwa hidangan berbasis mi masih memiliki tempat di tengah perkembangan restoran modern.
Pengalaman makan di tempat lama juga menjadi bagian dari daya tariknya.
10. Es Cendol Elizabeth
Es Cendol Elizabeth dirintis H. Rohman sejak 1972 menggunakan gerobak keliling.
Seiring berjalannya waktu, usaha tersebut berkembang dan dikenal sebagai salah satu kuliner minuman Bandung.
Cendolnya memadukan gula aren dan santan, dengan pilihan tambahan seperti nangka atau alpukat.
Minuman ini menjadi contoh kuliner tradisional yang mampu bertahan dengan mempertahankan karakter rasa utamanya.
Warisan Kuliner yang Terus Dipertahankan
Sepuluh kuliner tersebut memperlihatkan bahwa keberlangsungan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh tren.
Sejarah, konsistensi rasa, pelayanan, dan kemampuan menyesuaikan diri turut mendukung eksistensi kuliner legendaris.
Bagi pembaca yang ingin berkunjung, informasi mengenai jam operasional, harga, dan ketersediaan menu sebaiknya diperiksa kembali melalui pengelola karena dapat berubah.
Menikmati kuliner lama juga menjadi cara untuk mengenal cerita dan warisan rasa yang membentuk identitas Bandung.
Baca juga:SOP BURTOK Cimahi, Tempat Makan untuk Bersantap Bersama Keluarga

