11 Tradisi Lebaran Hari Raya Idulfitri di Bandung yang (Sebagian) Nyaris Punah Ditelan Zaman

Sekitarbandung.com – Tradisi Lebaran di Bandung kental dengan nuansa kekeluargaan dan budaya Sunda, meski kini sebagian di antaranya nyaris punah ditelan zaman. Di tempatmu, apakah

Dicky Wicaksono

11 Tradisi Lebaran Hari Raya Idulfitri di Bandung yang (Sebagian) Nyaris Punah Ditelan Zaman
11 Tradisi Lebaran Hari Raya Idulfitri di Bandung yang (Sebagian) Nyaris Punah Ditelan Zaman

Sekitarbandung.com – Tradisi Lebaran di Bandung kental dengan nuansa kekeluargaan dan budaya Sunda, meski kini sebagian di antaranya nyaris punah ditelan zaman. Di tempatmu, apakah tradisi Lebaran seperti di bawah ini masih ada atau sudah mulai hilang?

1. Nganteuran/Silih Anteuran

Ini merupakan tradisi saling mengirim makanan hasil masakan sendiri menggunakan rantang, yang biasanya berisi opor, ayam, atau ketupat kepada tetangga atau saudara menjelang Lebaran sebagai simbol silaturahmi dan tolong-menolong.

2. Ngadulag

Tradisi memukul bedug yang dilakukan saat malam takbiran ini tidak hanya berlangsung di masjid, tetapi juga sering dilakukan dengan cara berkeliling kampung sehingga menghadirkan suasana meriah dalam menyambut Idulfitri.

3. Nyekar (Ziarah)

Nyekar atau ziarah kubur dilakukan dengan mengunjungi serta membersihkan makam keluarga atau kerabat, baik menjelang Ramadan maupun saat momen Lebaran.

4. Baju Bedug/Baru

Seperti di daerah lainnya, masyarakat Bandung, terutama anak-anak, identik dengan mengenakan baju baru saat Lebaran yang kemudian melahirkan istilah “baju bedug” atau “baju dulag”.

5. Berburu Pakaian dan Makanan

Menjelang Lebaran, aktivitas berbelanja pakaian muslim dan makanan meningkat di berbagai pusat perbelanjaan di Bandung, seperti kawasan Alun-alun dan Tegalega yang selalu dipadati pengunjung.

6. Sungkeman

Tradisi meminta maaf dan memohon restu kepada orang tua atau anggota keluarga tertua setelah salat Idulfitri ini kerap menghadirkan suasana haru dengan isak tangis bahagia.

Baca Juga: Mengapa Setiap Lebaran Banyak Orang Tiba-tiba Ingin Makan Bakso?

7. Hiasan Rumah

Menjelang Lebaran, masyarakat Bandung juga kerap menghiasi rumah dengan meletakkan seikat bunga, terutama sedap malam yang harum, di ruang tamu dengan aroma yang dapat bertahan selama beberapa hari.

8. Berbagi Uang

Istilah “duit salam tempel” masih lekat dalam ingatan, di mana anak-anak berkeliling ke rumah saudara untuk mendapatkan uang Lebaran yang meski nilainya tidak besar, tetap dinantikan dengan penuh antusias.

9. Halalbihalal Tetangga

Tradisi silaturahmi di Bandung tidak hanya terbatas pada keluarga, tetapi juga melibatkan tetangga, di mana warga saling mengunjungi untuk bersalaman dan bermaafan sehingga menciptakan suasana hangat dan akrab.

10. Mudik

Karena Bandung merupakan kota besar dengan banyak penduduk yang berasal dari daerah sekitar seperti Garut dan Cianjur, tradisi mudik menjadi momen penting untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar.

11. Wisata di Kebun Binatang

Berdasarkan catatan koran Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 11 Januari 1935, ribuan orang, baik pribumi maupun Eropa, kerap mengunjungi kebun binatang, yang menunjukkan bahwa aktivitas wisata juga menjadi bagian dari perayaan Lebaran di Bandung sejak dulu.

Seiring perkembangan zaman, sebagian tradisi tersebut mulai jarang ditemui, namun nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang terkandung di dalamnya tetap menjadi esensi utama perayaan Lebaran di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ternyata Indonesia Pernah Alami “Tiba-tiba Lebaran Hari Raya Idulfitri” pada Tahun 1987

Related Post

Tinggalkan komentar