12 Siswa SD di Bandung Diduga Keracunan MBG

Sekitarbandung.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung melakukan uji laboratorium terhadap sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) usai kasus dugaan keracunan yang menimpa 12 siswa SDN Legok

Acsyara Aulia

12 Siswa SD di Bandung Diduga Keracunan MBG

Sekitarbandung.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung melakukan uji laboratorium terhadap sampel menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) usai kasus dugaan keracunan yang menimpa 12 siswa SDN Legok Hayam, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/8/2025).

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bandung, Hanhan Siti Hasanah mengatakan uji laboratorium dilakukan di Labkes Jawa Barat. “Uji sampel makanan. Pengujian di laboratorium memerlukan waktu, bisa 14 hari,” kata Hanhan, Senin (25/8/2025).

Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty menjelaskan pihaknya mengikuti Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Pasal 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Higiene Sanitasi Jasaboga dalam menangani kasus dugaan keracunan.

“Bila terjadi dugaan keracunan makanan kita ambil sampel baik dari sampel makanan yang belum dimakan yaitu dari dapur maupun sampel muntahan. Kita periksakan di laboratorium provinsi. Nah, itu sudah kami serahkan,” kata Yuli saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, Dinkes telah melakukan pengawasan melalui inspeksi sanitasi di lapangan, termasuk pada pengelolaan makanan MBG, serta memberi edukasi bagi penjamah makanan. “Jadi, penjamah makanannya pun kami apa berikan bagaimana cara membersihkan bahan makanan, membersihkan apa peralatan seperti itu,” ujarnya.

Selain itu, Dinkes juga menjadwalkan pelatihan percepatan program MBG yang berhubungan dengan penjamahan makanan dan pengelolaan bahan pangan. “Jadi mengurangi risiko-risiko yang berpotensi menjadi permasalahan kesehatan gitu,” ucap Yuli.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menginstruksikan aparat kecamatan segera melakukan pengecekan menyeluruh setelah kasus mencuat.

“Berasal (penyebab dugaan keracunan) dari makanan bergizi gratis atau bukan, kami belum mengetahui. Kami pun tak bisa begitu saja mengambil kesimpulan begitu saja. Akan tetapi, apa pun itu, kami mengingatkan terus-menerus, termasuk perihal higiene sanitasi,” kata Dadang di Kecamatan Bojongsoang.

Dadang menegaskan Pemkab Bandung berkomitmen memperketat pengawasan program MBG. “Kabupaten Bandung dan Badan Gizi Nasional pun telah membentuk kantor bersama Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Kami akan lebih ketat mengawal, termasuk pada saat dan setelah memasakan, pendistribusian, bahkan pengelolaan sisa makanannya,” ujarnya.

Baca juga : Rektor UIN Bandung Raih Penghargaan JDIH di Hari Pengayoman ke-80

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 12 pelajar kelas 3 dan 4 SDN Legok Hayam diduga keracunan makanan MBG. Seorang wali murid, Feri Sobur menuturkan anaknya muntah saat dalam perjalanan pulang sekolah. “Menjemput anak. Anak muntah semenjak di perjalanan. Setelah muntah, anak mengeluh mual dan pusing,” kata Feri, Jumat (22/8/2025).

Feri menyebut anaknya kemudian dibawa ke klinik terdekat dan didiagnosis keracunan makanan. “Menurut dokter, kemarin (Kamis) keracunan makanan. Setelah memeriksa, dokter memberikan obat buat anak saya,” ujarnya. Ia berharap program MBG ke depan dievaluasi agar lebih aman bagi siswa.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar