Sekitarbandung.com – Manusia sudah berhasil membuat jembatan puluhan kilometer di atas laut lepas dan mendaratkan robot di Mars.
Secara teknologi, hal tersebut sebenarnya mampu dilakukan, tetapi hingga saat ini tidak ada satu pun jembatan yang dibangun di atas Sungai Amazon.
Apa karena para insinyur dan pekerja konstruksi takut dengan hewan-hewan buas yang terkenal berada di sana? Tentu saja tidak, karena justru hewan-hewan tersebut yang akan takut dengan kebuasan manusia.
Lantas, apa saja alasan mengapa teknologi belum mampu membangun jembatan di atas Sungai Amazon tersebut?
1. Tanah “Bubur”
Di sebagian besar wilayahnya, tepian Amazon bukan berupa tanah keras atau batu, melainkan sedimen lunak yang terus mengalami pengikisan.
Memasang fondasi jembatan di wilayah tersebut seperti menancapkan lidi di atas bubur ayam karena kondisi tanahnya sangat labil dan rawan ambles.
2. Sungai yang Bengkak
Pada musim kemarau, lebar sungainya mungkin hanya beberapa kilometer. Namun saat musim hujan, permukaan air meningkat drastis dan lebarnya dapat membengkak hingga mencapai 40 km.
Membangun jembatan di sungai dengan lebar yang terus berubah tentu membuat hitungan logistik menjadi tidak masuk akal. Singkatnya, kondisi tersebut sangat merepotkan.
3. Hantaman Pulau Terapung
Kedalaman Sungai Amazon bisa mencapai 100 meter. Hal itu setara dengan menenggelamkan gedung 30 lantai ke dasar air.
Selain itu, di sana juga terdapat “macareo”, yaitu gelombang pasang yang membawa sampah hutan, batang pohon raksasa, hingga pulau tumbuhan terapung seluas lapangan sepak bola yang dapat menghantam pilar jembatan kapan saja.
Rugi Bandar jika Paksa Bangun Jembatan
Pada kenyataannya, Amazon membelah kawasan hutan rimba, bukan sekadar pusat kota padat penduduk, dan tidak memiliki akses jalan raya yang memadai di sekitarnya.
Jadi, jika memaksakan pembangunan jembatan di sana, proyek tersebut justru bisa menjadi rugi bandar. Jembatan itu berpotensi mangkrak bukan karena gagal dibangun, tetapi karena minim digunakan.
Baca Juga: Imbas Dua Pria Bunuh Diri dalam Sebulan di Jembatan Cangar, Pria ini Buka Layanan Curhat Gratis

