Sekitarbandung.com – Baru-baru ini, para caster dan juga tim kreatif di MPL ID (Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia) Season 17 mendapatkan kritik habis-habisan dari warganet di media sosial.
Kritikan tersebut bukan hanya dari komunitas MLBB hingga para streamer sekali pun. Bukan tanpa sebab kritikan itu muncul, tetapi memang layak. Lantas apa saja yang dikritik dalam hal tersebut?
Tim Kreatif MPL yang Tidak Kreatif
Dulu kita menyaksikan banyak trivia atau data-data yang hadir di konten MPL, tetapi sekarang semua rasanya monoton.
Mulai dari kasus konten “The Uncrowned King” untuk Kuroky, yang mana tim kreatif MPL sepertinya harus lebih banyak belajar istilah bahasa Inggris.
Hal tersebut dikarenakan gelar tersebut sangat sakral untuk menunjukkan pemain hebat yang selalu gagal mendapatkan trofi.
Baca Juga: 6 Fakta tentang China yang Terdengar Palsu, tetapi 100 Persen Nyata
Terlalu Menghighlight Streamer
Seperti kita tahu ada program MPL x Streamer, dan sayangnya ini juga yang membuat monoton.
Bayangkan konten-konten seperti reaksi streamer, quotes dari streamer yang terus-terusan dihadirkan oleh MPL.
Hal tersebut sangat mirip dengan clipper yang sering mengunggah beberapa potongan video di sejumlah platform media sosial.
Panggung MPL yang Monoton
Masalah ini sudah sejak lama, seperti panggung MPL dibuat begitu terus selama belasan season.
Apakah tim kreatif yang digaji besar itu tidak bisa memikirkan konsep panggung yang berbeda setelah berseason-season MPL ini?
Kritik dari komunitas menunjukkan bahwa penonton memiliki harapan besar agar kualitas tayangan MPL terus berkembang dan tidak berjalan di tempat.
Apabila masukan tersebut mampu dijadikan evaluasi, bukan tidak mungkin MPL ID bisa kembali menghadirkan hiburan yang lebih segar, inovatif, dan menarik untuk dinikmati.
Baca Juga: 8 Fakta tentang Korea Utara yang Terdengar Palsu, tetapi 100 Persen Nyata

