Sekitarbandung.com – Sejarah mencatat beberapa momen paling kelam dalam dunia ekonomi. Krisis keuangan bukan hanya tentang angka di layar saham, tetapi soal kelangsungan hidup jutaan orang. Lantas, apa saja beberapa krisis keuangan tersebut?
1. Depresi Besar (1929)
Penggunaan utang yang berlebihan memicu kehancuran pasar saham hingga 89 persen.
Ekonomi global runtuh, dan butuh sekitar 25 tahun untuk benar-benar pulih.
2. Black Monday (1987)
Kepanikan jual massal yang dipicu sistem otomatis membuat indeks Dow Jones anjlok 22,6 persen hanya dalam satu hari.
Peristiwa ini mendorong lahirnya sistem pengaman pasar seperti circuit breaker.
3. Gelembung Dot-Com (2000)
Euforia berlebihan terhadap saham perusahaan internet akhirnya pecah.
Sekitar 5 triliun dolar lenyap, dan Nasdaq jatuh hingga 78 persen saat banyak perusahaan hilang dalam semalam.
Baca Juga: 5 Penemuan Soviet yang Mengubah Dunia karena Kejeniusan dan Kengeriannya
4. The Housing Crisis Sale (2008)
Utang hipotek berisiko tinggi (subprime) menghancurkan sistem perbankan global.
Lehman Brothers bangkrut, dan indeks S&P 500 jatuh hingga 57 persen.
5. Crash Covid-19 (2020)
Pandemi global membuat dunia berhenti secara seketika.
Pasar saham jatuh 34 persen dalam waktu sangat singkat, bahkan harga minyak sempat menjadi negatif sebelum akhirnya pulih berkat stimulus besar-besaran.
Krisis-kritis tersebut menunjukkan bahwa sistem keuangan dunia selalu rentan terhadap kepanikan, spekulasi, dan keputusan yang keliru.
Dari setiap kejatuhan besar, dunia belajar membangun perlindungan baru agar bencana serupa tidak terulang kembali.

