7 Adaptasi Film yang Dibenci Penulis Aslinya beserta Alasan di Baliknya

Sekitarbandung.com – Tidak semua adaptasi film dari buku berjalan secara mulus. Bahkan, beberapa penulis justru merasa kecewa atau bahkan membenci versi film dari karya mereka

Dicky Wicaksono

7 Adaptasi Film yang Dibenci Penulis Aslinya beserta Alasan di Baliknya
7 Adaptasi Film yang Dibenci Penulis Aslinya beserta Alasan di Baliknya

Sekitarbandung.com – Tidak semua adaptasi film dari buku berjalan secara mulus. Bahkan, beberapa penulis justru merasa kecewa atau bahkan membenci versi film dari karya mereka sendiri.

Alasannya pun beragam, mulai dari perubahan cerita yang terlalu jauh, karakter terasa berbeda, hingga pesan utama yang hilang begitu saja. Lantas, apa saja beberapa film tersebut?

1. The Shining

The Shining dibenci Stephen King karena dianggap mengubah cerita personalnya dan menghilangkan inti emosional novel aslinya.

2. The League of Extraordinary Gentlemen

The League of Extraordinary Gentlemen tidak disukai Alan Moore karena esensi cerita hilang, ditambah kontroversi yang memperburuk pandangannya terhadap film ini.

3. P. L. Travers

Mary Poppins membuat P. L. Travers kecewa karena dianggap terlalu manis dan berbeda jauh dari visinya, bahkan sampai menangis saat pemutaran perdana.

Baca Juga: Buku Digital dan Buku Cetak, Mana yang Lebih Cocok untuk Anak?

4. Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief

Percy Jackson & the Olympians: The Lightning Thief dikritik habis-habisan oleh Rick Riordan karena naskahnya dinilai buruk dan tidak setia pada buku aslinya.

5. The NeverEnding Story

The NeverEnding Story mengecewakan Michael Ende karena dianggap mengubah makna cerita dan terasa terlalu komersial.

6. Willy Wonka & the Chocolate Factory

Willy Wonka & the Chocolate Factory tidak disukai Roald Dahl karena banyak perubahan cerita dan fokus yang bergeser dari versi aslinya.

7. I Know What You Did Last Summer

I Know What You Did Last Summer dikritik Lois Duncan karena diubah menjadi lebih ringan dan kehilangan makna serius dari novel aslinya.

Perbedaan visi antara penulis dan pembuat film memang kerap menjadi alasan utama mengapa sebuah adaptasi tidak selalu diterima oleh penciptanya sendiri.

Baca Juga: 3 Film Indonesia yang Bahas tentang Middle Class yang Stuck karena Beberapa Permasalahan

Related Post

Tinggalkan komentar