Sekitarbandung.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menemukan sekitar 700 ribu anak di Indonesia terdeteksi mengalami gejala cemas dan depresi berdasarkan hasil skrining kesehatan nasional.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa temuan tersebut berasal dari program Cek Kesehatan Gratis yang dilakukan kepada jutaan anak di berbagai daerah.
Program skrining yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu telah memeriksa sekitar 7 juta anak sebagai bagian dari upaya deteksi dini masalah kesehatan mental.
Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui sebanyak 338 ribu anak atau sekitar 4,4 persen menunjukkan gejala kecemasan.
Baca Juga: Kasus Campak Tembus 8.224 Suspek di Indonesia pada Awal Tahun 2026
Selain itu, sebanyak 363 ribu anak atau sekitar 4,8 persen terdeteksi memiliki gejala depresi berdasarkan hasil skrining kesehatan tersebut.
Jika digabungkan, jumlah anak yang menunjukkan gejala kecemasan dan depresi tersebut mencapai sekitar 700 ribu anak dari total yang telah diperiksa.
Pemerintah menilai temuan ini menjadi alarm penting mengenai kondisi kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Melalui program skrining tersebut, pemerintah juga berupaya memperluas pemeriksaan kesehatan mental dengan target menjangkau hingga sekitar 25 juta anak di seluruh Indonesia.

