Sekitarbandung.com – Pada tahun 1955, banyak bangsa yang masih berjuang keluar dari bayang-bayang kolonialisme. Lalu, sebuah kota di Indonesia menjadi titik terang. Bandung, tempat harapan itu mulai disuarakan.
Sebanyak 29 negara Asia dan Afrika berkumpul pada 18-24 April 1955. Bukan karena kekuatan besar, tetapi karena memiliki kesamaan tujuan dan cita-cita.
Berdiri sejajar di panggung dunia. Di sinilah arah baru mulai ditentukan. Bukan lagi tunduk kepada tekanan global, melainkan berani memilih jalan sendiri.
Sebuah pesan kuat dalam pidato yang disampaikan Soekarno sebagai semangat untuk bangkit bersama, yaitu:
“Mari kita lahirkan Asia baru dan Afrika baru.”
Baca Juga: 10 Curug di Bandung yang Mudah Dijangkau dan Hidden Gem, Semua Punya Spot Foto Terbaik
Dari Bandung, lahir prinsip-prinsip penting yang menjadi pegangan dalam hubungan antarbangsa yang kemudian dikenal sebagai Dasasila Bandung. Isinya yaitu sebagai berikut:
- Saling menghormati kedaulatan negara.
- Tidak saling mencampuri urusan dalam negeri.
- Menyelesaikan konflik secara damai.
Pengaruhnya sangat meluas. Dari ruang konferensi, semangat ini menjalar ke berbagai penjuru dunia dalam menguatkan perjuangan kemerdekaan, mendorong solidaritas, dan menginspirasi lahirnya Gerakan Non-Blok.
Selain itu, dari Bandung kita juga diingatkan bahwa perdamaian lahir dari dialog, rasa hormat, dan kerja sama yang setara. Semangat itu masih hidup. Bukan sekadar dikenang, tetapi untuk dilanjutkan oleh kita hari ini.
Selamat memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika. Mari teruskan semangat Bandung, dari Bandung untuk dunia.
Baca Juga: Soroti Kemacetan di Bandung, Dedi Mulyadi Usul Bangun Underpass Pasteur dan Benahi Lampu Lalu Lintas

