sekitarbandung.com – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kadiskop dan UKM) Kabupaten Bandung, Dindin Syahidin memastikan 80 persen Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung sudah beroperasi.
Tak hanya itu, Kadiskop dan UKM Kabupaten Bandung Dindin Syahidin juga mengatakan dari 80 persen Koperasi Merah Putih tersebut, 12 diantaranya sudah terkoneksi atau bekerjasama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk keperluan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu diungkapkan Kadiskop dan UKM Kabupaten Bandung Dindin Syahidin kepada saat ditemui di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, beberapa waktu lalu ketika ditanya mengenai perkembangan Koperasi Merah Putih saat ini.
“Ada beberapa perkembangan yang bagi kami luar biasa. Pertama, bahwa 80 persen KDMP (Koperasi Desa Merah Putih-red.) yang ada di Kabupaten Bandung itu sudah operasional. Jadi kalau menurut Inpres, pengertian operasional itu karena ada 7 gerai, namun ketika mereka sudah ada 1 gerai itu sudah operasional. Mayoritas di gerai kantor yang 80 persen itu,” ujar Dindin menjelaskan.
Jadi,ketika sudah ada pengurus, lanjut dia, kemudian ada anggota dan memenuhi aturan terkait simpanan pokok, simpanan wajib, lalu ada kantor maka itu sudah dihitung 1 gerai
“Kemudian juga yang luar biasa ada beberapa gerai sembako yang diinisiasi oleh masing-masing KDMP. Jadi persentasenya itu gerai simpan pinjam ada 53, gerai sembako ada 27, cold storage ada 9, klinik ada 3 dan gerai obat ada 3. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa, karena kita baru menyentuh hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana para pengurus meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan,” kata Kadiskop dan UKM Kabupaten Bandung lagi.
Untuk memberikan pengetahuan dan juga pengawasan kepada pengurus Koperasi Merah Putih, Pemkab Bandung telah menurunkan 1 pendamping di tiap kecamatan.
“Kemudian sesuai arahan pa Bupati alhamdulillah kita sudah menerjunkan pendamping per 1 Oktober 2025 kemarin. Jadi insyaa Allah kita adalah daerah yang pertama merekrut pendamping. Lalu pendamping dari Kementerian nanti juga akan menyusul,” kata Dindin lagi.
Perkembangan selanjutnya yang menarik dan luar biasa dari 280 Koperasi Merah Putih itu, yakni ada 12 yang sudah terkoneksi dan bekerjasama dengan SPPG.
“Artinya, sekali lagi mereka berinisiatif sendiri untuk berkoordinasi dengan SPPG. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Pa Bupati sangat bangga dan insyaa Allah dalam waktu dekat beliau juga merencanakan beberapa hal. Yang pertama, akan memastikan operasionalisasi secara langsung ke masing-masing desa,” kata Dindin lagi.
Yang kedua, memerintahkan para Kepala Desa, Ketua KDMP untuk mendata potensi desa yang berkaitan dengan kebutuhan di SPPG.
“Saat ini kami sudah menerima data-data tersebut sebagian. Untuk apa? Supaya nanti suplai dari KDMP ke SPPG itu diprioritaskan untuk produk-produk atau barang-barang hasil dari masyarakat setempat. Ketika sudah tidak terpenuhi oleh potensi dari masyarakat setempat, bisa ke desa lain melalui kerjasama yang akan kita fasilitasi,” ujar Dindin menambahkan.
Ia juga mengatakan dari 12 KDMP yang sudah bekerjasama dengan SPPG, diantaranya yakni KDMP Cikasungka Kecamatan Cikancung dan KDMP Kecamatan Cileunyi Wetan Kecamatan Cileunyi.
“Di luar itu, juga ada beberapa KDMP yang punya inovasi berkaitan dengan mengembangkan potensi wilayah. Misalnya, di KDMP Desa Pulosari Pangalengan, Margamukti, Margamulya Pangalengan itu juga salah satu keunggulannya mereka mengembangkan pertanian dan juga potensi wisata,” tutur Dindin.
Kapan Bupati Bandung mulai turun ke Desa untuk Pantau Koperasi Merah Putih?
Ketika ditanya kapan Bupati Bandung Dadang Supriatna akan mulai turun ke desa-desa untuk memberikan arahan lebih lanjut, ia mengatakan masih menunggu beberapa kondisi terlebih dahulu.
“Ini menunggu data dari kecamatan, kemudian juga tentu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan serta kondisi kegiatan beliau yang cukup padat. Tapi pada prinsipnya, atensi beliau terhadap KDMP ini sangat luar biasa. Mungkin ini yang menjadi pemacu kami para jajaran Dinas Koperasi untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan pa Bupati,” kata Dindin.
Ke depan, lanjut dia, Bupati Bandung akan melakukan penyertaan modal terhadap koperasi-koperasi yang potensial dengan total nilai Rp 10 miliar untuk 100 KDMP berpotensi, jadi masing-masing dapat Rp 100 juta
“Tapi memang prosesnya kan masih kita bahas, karena ada proses yang sangat panjang berkaitan dengan penyertaan modal ini, harus ada kajian analisis investasi. Tapi beliau memastikan kebijakan itu harus segera kita lakukan agar KDMP bisa segera memaksimalkan potensinya untuk tadi mengakses SPPG itu,” ucap Kadiskop dan UKM lagi.
Ia juga menegaskan, Bupati Bandung mendorong bergeraknya Koperasi Merah Putih, karena perputaran uang untuk menciptakan kemandirian ekonomi di masyarakat cukup besar.
“Karena tadi, ada 361 SPPG ke depan yang disuplai oleh KDMP setempat. Kalau itu terjadi, pa Bupati kan sudah menyampaikan putaran uangnya tidak kemana-mana. Produk-produk dari potensi desa dijual ke KDMP, oleh KDMP disalurkan ke SPPG. Lalu produk SPPG-nya untuk masyarakat desa tersebut, jadi muter dan perputaran uangnya ada di desa. Dan ini tentu, sekali lagi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran, banyak dampak positif dari rangkaian ini,” ucap Dindin.
Baca juga : Longsor Terjang Ponpes Bandung Barat, 1 Santriwati Tewas
Oleh karena itu, ia mengapresiasi atensi Bupati Bandung Dadang Supriatna yang sangat luar biasa terhadap Koperasi Merah Putih.
“Beliau sampai menitipkan ke para camat, kalau kades kan sudah jelas karena posisinya sebagai pengawasa di KDMP secara Ex-officio, tapi Camat harus terlibat juga dalam membantu pergerakan KDMP,” tutur Dindin mengakhiri.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

