Sekitarbandung.com – Beberapa pihak memanfaatkan ilusi warna dalam strategi pemasaran untuk memengaruhi persepsi konsumen. Lantas, warna dan makna apa saja di baliknya yang dimaksud tersebut?
1. Hijau
Warna hijau membuat produk terasa segar, alami, dan sehat bahkan sebelum kamu membaca labelnya.
2. Biru
Warna biru membuat merek terasa aman dan dapat dipercaya. Inilah mengapa bank, aplikasi pembayaran, dan perusahaan teknologi menyukainya.
3. Merah
Warna merah membuatmu merasa terdesak. Inilah mengapa makanan cepat saji, minuman bersoda, dan merek streaming menggunakannya untuk mendorong keputusan yang lebih cepat.
4. Hitam
Warna hitam membuat suatu produk terasa premium dan eksklusif. Barang yang sama bisa terasa lebih mahal hanya karena tampil dengan warna yang lebih gelap.
5. Putih
Warna putih membuat merek terasa bersih, minimalis, dan mewah. Ruang kosong menjadi bagian dari daya tarik penjualan.
Baca Juga: 7 Hal yang Dilakukan Para Presiden Indonesia Setelah Selesai Menjabat
6. Kuning
Warna kuning langsung menarik perhatian. Merek menggunakannya untuk menciptakan kesan bahagia, ramah, dan sulit diabaikan.
7. Ungu
Warna ungu membuat produk terasa langka dan mewah. Warna ini masih identik dengan nuansa kerajaan dan kemewahan.
8. Emas
Warna emas membuatmu merasa produk tersebut berasal dari kelas atas. Merek menggunakannya untuk menjual citra status dan prestise.
9. Oranye
Warna oranye terasa menarik tanpa memberikan kesan berbahaya. Inilah mengapa merek sering menggunakannya untuk penawaran, klik, dan tombol beli.
Meski sering disebut sebagai bentuk “memanipulasi”, penggunaan warna dalam pemasaran pada dasarnya merupakan bagian dari strategi psikologi konsumen yang telah lama dipelajari dalam dunia desain dan branding.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan konsumen. Memahami bagaimana warna memengaruhi persepsi dapat membantu seseorang menjadi lebih sadar saat memilih dan membeli suatu produk.
Baca Juga: Terlihat Sepele tetapi Sangat Penting, Perbedaan Warna Plang di Jalan Tol, Apa Artinya?

