Bandung Zoo Miliaran Rupiah, YMT Soroti Transparansi dan Nasib Satwa

sekitarbandung.com – Bandung Zoo miliaran rupiah per bulan, tapi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) mengingatkan bahwa besarnya pendapatan seharusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan satwa. Data YMT

Aracely Azwa

Bandung Zoo Miliaran Rupiah, YMT Soroti Transparansi dan Nasib Satwa

sekitarbandung.com – Bandung Zoo miliaran rupiah per bulan, tapi Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) mengingatkan bahwa besarnya pendapatan seharusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan satwa. Data YMT menunjukkan pemasukan kebun binatang yang berada di jantung Kota Bandung ini mencapai Rp2,8 miliar hingga Rp3 miliar setiap bulan.

Menurut Juru Bicara YMT, Ully Rangkuti, angka tersebut cukup untuk membiayai perawatan 700 ekor satwa, bahkan jika kebun binatang tutup sementara.

“Pengelola yang profesional wajib memiliki dana cadangan untuk biaya operasional minimal tiga sampai enam bulan. Itu termasuk gaji pegawai, pakan satwa, listrik, air, dan kebutuhan lain,” ujar Ully.

Baca Juga: Penambahan Rombel Bandung: Solusi Akses Pendidikan yang Hadapi Tantangan

Pemasukan Bukan Hanya dari Tiket

Ully membeberkan bahwa sumber pemasukan Bandung Zoo tidak terbatas pada tiket masuk. Ada pula wahana permainan, program animal feeding, acara tematik, hingga bagi hasil dengan tenant. Dengan total pendapatan tahunan yang diperkirakan mencapai Rp36 miliar, YMT menilai seharusnya isu penelantaran satwa tidak perlu terjadi.

“Pertanyaannya, dana sebesar itu dialokasikan untuk apa saja?” tambahnya.

Sorotan Soal Pajak dan Sewa Lahan

Selain mempertanyakan penggunaan dana, YMT juga menyoroti masalah kewajiban pajak hiburan dan sewa lahan kepada Pemerintah Kota Bandung. Selama periode April–Juni 2025, data Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) mencatat setoran pajak hiburan dari YMT lebih dari Rp1 miliar. Rinciannya, Rp511 juta pada April, Rp234 juta di Mei, dan Rp259 juta di Juni.

YMT juga mengungkapkan detail pemasukan bulanan yang cukup mencolok. Pada April 2025, tercatat Rp6,04 miliar; Mei 2025 sebesar Rp2,88 miliar; dan Juni 2025 sebesar Rp3,09 miliar.

Pentingnya Transparansi dan Laporan Keuangan

YMT meminta agar pihak pengelola Bandung Zoo membuka laporan keuangan periode 2022 hingga Maret 2025 secara transparan. Tujuannya agar publik dan pemerintah dapat memastikan bahwa dana yang diperoleh benar-benar digunakan untuk perawatan satwa dan pemeliharaan fasilitas.

“Kalau ada transparansi, semua pihak akan lebih percaya dan isu negatif bisa ditepis,” jelas Ully.

Dampak pada Wisata dan Reputasi Kota Bandung

Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, reputasi Bandung Zoo berpengaruh pada citra pariwisata Kota Bandung. Isu kesejahteraan satwa dapat berdampak buruk pada jumlah pengunjung. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik, transparansi, dan kepedulian terhadap satwa menjadi hal krusial.

Dengan pendapatan Bandung Zoo miliaran rupiah per bulan, publik berharap pengelola dapat menyeimbangkan aspek bisnis dan kelestarian satwa. Pemerintah Kota Bandung dan pihak terkait diminta untuk mengawasi, memastikan setiap hewan mendapatkan perawatan layak, dan fasilitas publik terus ditingkatkan.

Untuk informasi resmi, kunjungi Kebun Binatang Bandung.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar