Kampanye Pencegahan Kanker Leher Rahim 2025, MSD Indonesia & Kemenkes Edukasi Remaja Bandung

sekitarbandung.com – Ratusan pelajar SMP Negeri 2 Kota Bandung, guru, tenaga kesehatan, dan anggota PKK Jawa Barat mengikuti kampanye edukasi kesehatan “Tenang untuk Menang 2025”

Aracely Azwa

Kampanye Pencegahan Kanker Leher Rahim 2025, MSD Indonesia & Kemenkes Edukasi Remaja Bandung

sekitarbandung.com – Ratusan pelajar SMP Negeri 2 Kota Bandung, guru, tenaga kesehatan, dan anggota PKK Jawa Barat mengikuti kampanye edukasi kesehatan “Tenang untuk Menang 2025” pada Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini fokus pada pencegahan kanker leher rahim, salah satu penyakit mematikan yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Kampanye ini diinisiasi MSD Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, menandai dimulainya rangkaian kegiatan tahun kedua yang akan digelar di berbagai wilayah Indonesia. Mengusung pendekatan interaktif dan partisipatif, kampanye ini ingin mendekatkan pesan kesehatan langsung ke komunitas.

Ancaman Nyata Kanker Leher Rahim di Indonesia

Berdasarkan data Globocan 2022, terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker leher rahim di Indonesia setiap tahun, dengan lebih dari 20.000 kematian akibat penyakit ini. Jika tidak ada upaya pencegahan yang sistematis, diperkirakan 1,7 juta perempuan Indonesia akan kehilangan nyawa akibat penyakit ini pada tahun 2070.

Padahal, kanker ini bisa dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV (Human Papillomavirus). Penjelasan tentang virus ini bisa ditemukan di situs resmi World Health Organization (WHO).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Hadirkan Layanan JMO di PT Adira Semesta Industry

Komitmen Pemerintah dan Mitra

Mewakili Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjalankan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023–2030. Targetnya adalah cakupan vaksinasi HPV 90% untuk anak usia sekolah dasar kelas 5 dan 6 (usia 11–12 tahun) pada 2030.

“Perjalanan menuju eliminasi ini panjang, tapi sangat mungkin dicapai dengan kerja sama lintas sektor. Tahun ini, cakupan imunisasi HPV kami perluas untuk remaja perempuan usia 15 tahun melalui imunisasi kejar. Kami mengapresiasi peran mitra seperti MSD yang terus aktif mendukung edukasi masyarakat,” ujar Nadia.

Edukasi yang Menyentuh Generasi Muda

Kegiatan di SMPN 2 Bandung dikemas dalam format diskusi, games edukasi, hingga testimoni dari tenaga kesehatan. Metode ini dipilih agar pelajar memahami risiko dan pencegahan kanker leher rahim tanpa merasa digurui.

Pihak sekolah juga menyambut baik program ini. Kepala SMPN 2 Bandung mengungkapkan bahwa edukasi seperti ini membantu membentuk kesadaran sejak dini, terutama di era digital ketika informasi yang beredar belum tentu benar.

Tahun 2025 Jadi Momentum Penting

Tahun 2025 menjadi tonggak penting karena cakupan imunisasi HPV kini diperluas hingga remaja perempuan usia 15 tahun. Langkah ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menargetkan eliminasi kanker leher rahim melalui strategi 90-70-90:

  • 90% anak perempuan divaksinasi HPV sebelum usia 15 tahun

  • 70% perempuan usia 35 dan 45 tahun melakukan skrining

  • 90% perempuan dengan hasil positif mendapat perawatan tepat waktu

Peran Komunitas dan Masyarakat

MSD Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan kampanye ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat. Orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat punya peran penting memastikan informasi yang benar sampai kepada generasi muda.

Kampanye “Tenang untuk Menang” akan terus berlanjut ke daerah lain, menggabungkan pendekatan offline dan online untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Informasi dan jadwal kegiatan dapat diakses di laman resmi MSD Indonesia.

Harapan ke Depan

Dengan langkah kolaboratif ini, diharapkan angka kasus kanker leher rahim di Indonesia bisa menurun drastis. Edukasi, imunisasi, dan skrining rutin menjadi kunci utama. Pesan yang dibawa kampanye ini jelas: “Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.”

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar