Harga Beras SPHP Turun, Bulog dan Polresta Bandung Gelar Operasi Pasar

sekitarbandung.com – Kenaikan harga beras dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah. Namun, program harga beras SPHP yang disalurkan Bulog bersama pemerintah daerah dinilai mampu

Aracely Azwa

Harga Beras SPHP Turun, Bulog dan Polresta Bandung Gelar Operasi Pasar

sekitarbandung.com – Kenaikan harga beras dalam beberapa pekan terakhir membuat masyarakat resah. Namun, program harga beras SPHP yang disalurkan Bulog bersama pemerintah daerah dinilai mampu menekan lonjakan harga dan memberi dampak positif di pasar tradisional maupun ritel modern.

Baca Juga: Kemendag Gagalkan 19.391 Ball Pakaian Bekas Ilegal di Bandung & Cimahi

Harga Beras SPHP Bantu Tekan Lonjakan di Pasar

Harga beras sempat melambung hingga Rp14.300 per kilogram, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500. Untuk mengatasinya, pemerintah mempercepat distribusi SPHP sekaligus menggelar operasi pasar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, distribusi beras SPHP sudah mulai menormalkan harga di lapangan.

“Harga-harga kini berangsur normal setelah SPHP disalurkan kepada masyarakat,” ujar Budi saat meninjau pasar Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/8/2025).

Mekanisme SPHP dan Pengawasan Harga

Selain distribusi, pemerintah menerapkan Mekanisme Barang Dalam Keadaan Tertutup (BDKT). Aturan ini menjamin mutu beras SPHP tetap terjaga dan mencegah pencampuran dengan beras kualitas lain.

Budi menegaskan pengawasan dilakukan ketat hingga ke lapangan, baik di pasar tradisional maupun modern.

“Pengawasan dilakukan agar tidak ada permainan harga oleh oknum pedagang,” jelasnya.

Dengan pasokan nasional yang mulai pulih, potensi lonjakan harga bisa ditekan lebih jauh.

Harga Beras SPHP di Majalaya Dijual Lebih Murah

Selain dari pemerintah pusat, Polresta Bandung ikut membantu melalui program Gerakan Pangan Murah di Majalaya. Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, menjelaskan langkah ini untuk meringankan beban masyarakat.

“Kami hadir di sini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual Rp11.500 per kilogram atau Rp57.500 per karung 5 kilogram. Antusiasme warga sangat tinggi, stok beras murah habis hanya dalam waktu kurang dari tiga jam.

“Alhamdulillah, semua beras yang kami sediakan ludes terjual. Ini bukti besar sekali kebutuhan masyarakat akan beras murah,” kata Kombes Aldi.

Manfaat Ekonomi dari Harga Beras SPHP

Penyaluran harga beras SPHP tidak hanya meringankan beban rumah tangga, tetapi juga berdampak pada perekonomian:

  1. Masyarakat berpenghasilan rendah terbantu karena harga beras tetap terjangkau.

  2. Inflasi pangan lebih terkendali, tidak menekan daya beli masyarakat.

  3. Rantai distribusi lebih sehat, karena ada pengawasan langsung pemerintah.

Komitmen Pemerintah untuk Stabilisasi

Menteri Perdagangan menegaskan pihaknya akan terus memperluas distribusi SPHP ke daerah lain yang masih mengalami lonjakan harga.

“Selama pasokan tersedia dan distribusi berjalan lancar, harga beras akan tetap stabil,” pungkas Budi.

Untuk informasi resmi mengenai program SPHP dan ketersediaan pangan nasional, pembaca dapat mengunjungi laman Perum Bulog.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar