Sekitarbandung.com – Saat proyek Light Rail Transit (LRT) Kota Bandung yang belum ada kelanjutannya, proyek LRT Kabupaten Bandung justru sudah ada kemajuan. Proyek senilai Rp 16 triliun ini akan ditawarkan kepada investor di ajang West Java Investment Summit atau WJIS 2025 yang kemungkinan akan diselengarakan pada November 2025.
Proyek LRT Kabupaten Bandung ini merupakan satu dari 10 proyek investasi unggulan di Jawa Barat yang masuk dalam tahap final West Java Investment Challenge (WJIC) 2025. Ajang ini diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat.
Nantinya, 10 proyek investasi unggulan tersebut akan diajukan dalam ajang WJIS 2025 yang kemungkinan akan dilaksanakan pada November 2025.
Salah satu dari proyek investasi unggulan yang masuk final WJIC 2025 tersebut adalah proyek Transportasi Massal Berbasis Rel, Kabupaten Bandung, senilai Rp16 Triliun. Proyek ini menjadi proyek dengan investasi tertinggi yang akan diajukan di WJIS 2025.
Proyek LRT Kabupaten Bandung
Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Ben Indra Agusta dalam percakapan dengan pada Rabu 20 Agustus 2025 mengemukakan bahwa proyek ini bukanlah proyek reaktivasi jalur kereta api yang sudah dalam perencanaan Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat.
“Ini merupakan proyek baru yang diajukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung. Mereka yang melakukan presentase di ajang WJIC 2025,” ujarnya.
Ben Indra mengemukakan bahwa sebenarnya persiapan dan studi proyek ini sudah disiapkan oleh Dishub Kabupaten Bandung sejak sekitar tahun 2020.
Dari pemaparannya, proyek LRT Kabupaten Bandung tidak lain merupakan bagian dari proyek LRT Bandung Raya yang sudah direncanakan dan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) di era Presiden Jokowi.
Ben memaparkan bahwa proyek ini dinilai sangat strategis sebagai respon kemacetan yang terjadi di Kota Bandung. Apalagi dalam laporan terbaru indeks kemacetan 2024 yang dikeluarkan laman TomTom Traffic Index 2024, Kota Bandung masuk dalam kota no 12 sebagai kota termacet di dunia.
Dengan alasan tersebut, Ben optimistis dari sisi investasi proyek tersebut akan cukup menarik.
Rute LRT Kabupaten Bandung
Proyek LRT Kabupaten Bandung tidak lain merupakan bagian dari jaringan LRT Bandung Raya untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Jawa Barat tersebut.
Proyek LRT Bandung Raya (Light Rail Transit) adalah pembangunan kereta api yang akan menghubungkan Bandung Raya dengan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Tegalluar. Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di Bandung Raya.
Proyek ini akan dibangun dengan dua koridor prioritas, yaitu rute Tegalluar-Leuwipanjang dan Leuwipanjang-Babakan Siliwangi. Biaya pembangunan LRT Bandung Raya ditaksir mencapai Rp 26 triliun. Pembiayaan LRT Bandung Raya akan menggunakan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Proyek ini akan dikerjakan oleh konsorsium BUMN yang dipimpin oleh PT Adhi Karya. Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah menyetujui anggaran untuk membangun LRT Bandung Raya.
Pada 15 Februari 2024 telah dilakukan penandatanganan Kesepakatan Induk atas dukungan Fasilitas Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi (Project Development Facility – PDF) Proyek KPBU Perkeretaapian Perkotaan Metropolitan Bandung yang disediakan oleh Menteri Keuangan melalui Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).
Penugasan pelaksanaan fasilitas PDF ditetapkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur dengan jangka waktu fasilitasi selama 31 bulan. Sayangnya dalam perkembangannya, masalah pendanaan menjadi hambatan utama.
Proyek ini sebelumnya sudah ditawarkan kepada investor China dan pada September 2024 proyek ini juga ditawarkan di ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2024. Proyek LRT Bandung Proyek LRT Bandung Raya sudah lama disebut-sebut akan menjadi sarana pendukung dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.
Hal itu pernah dikemukakan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirtoatmodjo pada tahun 2023. Saat itu, dia mengemukakan bahwa operasional Kereta Cepat Jakarta Bandung nantinya akan terhubung dengan LRT Bandung Raya.
Nah, untuk trase yang menghubungkan dengan kawasan di Kabupaten Bandung, nantinya masuk dalam proyek LRT Kabupaten Bandung.
Menurut Ben Indra, nantinya rute LRT tersebut Bojongsoang (Perumahan Podomoro)-Terminal Leuwipanjang- Soreang.
Selain proyek LRT Bandung Raya yang terintegrasi dan terkoneksi dengan wilayah-wilayah di sekitar Kota Bandung, proyek terintegrasi serupa yang sudah beroperasi saat ini adalah proyek BRT atau Bus Rapd Transit yang sudah mulai beroperasi sejak awal tahun 2025.
Baca juga : Kadin & Pemkab Bandung Luncurkan SPPG untuk Ribuan Pelajar
Angkutan transportasi massal BRT Bandung Raya mempunyai jalur khusus sepanjang 21 kilometer yang terbentang melewati wilayah Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.
Diharapkan proyek BRT ini recananya pembangunan Tahap 2 akan dilakukan pada tahun 2026 dan tahap terakhir pada 2027.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

