Pawai Kendaraan Hias Bandung Tampilkan 61 Cagar Budaya, Ajak Warga Kenali Sejarah Kota

sekitarbandung.com – Semarak Pawai Kendaraan Hias Bandung 2025 kembali menyedot perhatian warga. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Merangkai Warisan, Menjaga Identitas Kota”, menampilkan 61 bangunan

Aracely Azwa

Pawai Kendaraan Hias Bandung Tampilkan 61 Cagar Budaya, Ajak Warga Kenali Sejarah Kota

sekitarbandung.com – Semarak Pawai Kendaraan Hias Bandung 2025 kembali menyedot perhatian warga. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Merangkai Warisan, Menjaga Identitas Kota”, menampilkan 61 bangunan cagar budaya yang menjadi simbol sejarah dan karakter arsitektur Kota Bandung.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung tersebut bukan hanya sekadar hiburan tahunan, tetapi juga menjadi media edukasi publik untuk mengenal lebih dekat warisan budaya yang tersebar di berbagai sudut kota.

Menurut Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Nuzrul Irwan Irawan, sistem pemilihan tema dilakukan melalui undian agar tiap kecamatan dan OPD peserta menampilkan cagar budaya yang berbeda.

“Kami ingin warga Bandung tahu, bahwa ada ratusan bangunan bersejarah di kota ini, bukan hanya Gedung Sate atau Gedung Merdeka. Dengan sistem undian, peserta bisa menampilkan bangunan yang belum populer,” jelas Nuzrul.

Pentingnya Pawai Budaya untuk Edukasi Visual

Dengan total 343 bangunan cagar budaya yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) perlindungan, Kota Bandung memang dikenal kaya akan nilai sejarah dan estetika kolonial. Dari jumlah tersebut, 61 objek dipilih secara acak untuk ditampilkan dalam parade tahun ini — mulai dari gedung tua, rumah kolonial, hingga bangunan publik klasik.

Pawai dimulai dari Balai Kota Bandung pada pukul 19.00 WIB, melewati Jalan Wastukencana – Otista – Tegallega. Warga tampak antusias menyaksikan deretan kendaraan yang dihias menyerupai arsitektur khas Bandung tempo dulu.

Tak hanya parade kendaraan, di Lapangan Tegallega disiapkan pula panggung hiburan rakyat dengan penampilan band ternama seperti Gigi, Kuburan, dan Pasband, yang menambah semarak malam budaya ini.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tegas Bongkar Reklame Ilegal, Penataan Kota Ditarget Rampung 2026

Cagar Budaya Jadi Daya Tarik Wisata Baru

Nuzrul menyebut kegiatan ini tidak hanya memperkaya agenda pariwisata, tetapi juga menjadi sarana membangun kebanggaan warga terhadap identitas kotanya.

“Lewat pawai ini, kami mengajak masyarakat memahami bahwa setiap bangunan tua punya cerita dan nilai sejarah yang harus dijaga,” katanya.

Dengan konsep visual yang menarik, pawai budaya ini diharapkan mampu memperkenalkan kembali potensi wisata sejarah Bandung kepada generasi muda. Apalagi, banyak bangunan yang sebelumnya belum dikenal luas kini mendapat perhatian publik.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antar kecamatan dan OPD dalam mengembangkan agenda kebudayaan daerah secara kolaboratif.

Pemkot Dorong Pelestarian dan Tata Kelola Cagar Budaya

Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pelestarian bangunan bersejarah agar tidak tergerus modernisasi. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah pembaruan data digital dan pendampingan teknis bagi pemilik bangunan cagar budaya.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan kota berjalan seimbang antara kemajuan dan pelestarian nilai sejarah,” ujar Nuzrul.

Selain menjadi kegiatan budaya, pawai kendaraan hias ini juga diharapkan membuka ruang promosi bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sejalan dengan visi Bandung sebagai kota kreatif berbasis warisan budaya.

Untuk informasi lengkap tentang daftar cagar budaya yang dilindungi di Kota Bandung, Anda dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Kota Bandung.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar