Kolam Retensi Bandung Tertunda Lahan dan PSU Pemukiman Jadi Tantangan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadapi kendala utama dalam pembangunan kolam retensi sebagai solusi mitigasi banjir, yaitu keterbatasan lahan dan status Prasarana, Sarana, dan

Aracely Azwa

Kolam Retensi Bandung Tertunda Lahan dan PSU Pemukiman Jadi Tantangan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menghadapi kendala utama dalam pembangunan kolam retensi sebagai solusi mitigasi banjir, yaitu keterbatasan lahan dan status Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) yang belum tuntas di sejumlah kawasan perumahan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan bahwa setiap titik lokasi memiliki persoalan hukum dan kesepakatan warga yang berbeda, sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Kolam retensi itu problemnya adalah lahan kita sangat terbatas. Beberapa titik yang sudah diidentifikasi belum bisa dimanfaatkan karena PSU belum diserahkan,” ujar Farhan. Contoh nyata terjadi di kawasan Perumahan Cempaka Arum, di mana pembangunan kolam tertunda akibat PSU yang belum resmi berpindah tangan ke Pemkot Bandung.

Kolam Retensi Bandung sebagai Solusi Mitigasi Banjir
Kolam retensi memainkan peran penting dalam mengurangi genangan dan menjaga kapasitas drainase perkotaan. Dengan meningkatnya pertumbuhan permukiman dan perubahan tata ruang, kebutuhan kolam retensi menjadi semakin mendesak. Farhan menegaskan bahwa penyelesaian masalah lahan dilakukan melalui pendekatan administratif dan mediasi sosial agar warga memahami urgensi pembangunan.

Baca Juga: Aplikasi BelFis POLBAN Bantu Siswa Kuasai Fisika dengan Cara Lebih Interaktif

Strategi Pemkot Bandung dalam Penyelesaian PSU dan Lahan
Pemkot Bandung kini fokus menyelesaikan satu per satu masalah lahan. Proses ini tidak sekadar administratif, tetapi juga melibatkan komunikasi langsung dengan warga agar kesepakatan tercapai. Setelah PSU diserahkan, pembangunan kolam retensi dapat segera dimulai.

Koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan hambatan terkait PSU dan lahan tidak lagi menghalangi proyek. Kolaborasi antara Pemkot, pengembang, dan masyarakat menjadi kunci sukses pembangunan kolam retensi sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu.

Kolam Retensi Bandung dan Dampaknya bagi Masyarakat
Keberadaan kolam retensi tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga mendukung lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi warga. Dengan setiap kolam retensi yang terbangun, Kota Bandung semakin siap menghadapi musim hujan dan potensi genangan di wilayah padat.

Pemkot Bandung menargetkan penyelesaian persoalan lahan di titik prioritas, termasuk kawasan rawan banjir. Kesuksesan pembangunan kolam retensi menjadi tolok ukur efektivitas program pengendalian banjir berbasis lingkungan dan kolaboratif, yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kolam retensi dan mitigasi banjir, kunjungi Kementerian PUPR.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar