Pembersihan Tumpukan Sampah Bandung Dipercepat, DLH Kerahkan Armada 24 Jam

sekitarbandung.com – Pembersihan tumpukan sampah Bandung kembali berjalan lebih cepat seiring pulihnya kelancaran operasional Tempat Pengolahan Sampah Sarimukti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan

Aracely Azwa

Pembersihan Tumpukan Sampah Bandung Dipercepat, DLH Kerahkan Armada 24 Jam

sekitarbandung.com – Pembersihan tumpukan sampah Bandung kembali berjalan lebih cepat seiring pulihnya kelancaran operasional Tempat Pengolahan Sampah Sarimukti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan alur pembuangan kini jauh lebih lancar sehingga penanganan di berbagai TPS dapat dikebut dalam waktu yang lebih singkat.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menyampaikan bahwa percepatan ini sudah terlihat dari empat titik TPS yang berhasil dibersihkan, yaitu TPS Gunung Batu, Pasar Sederhana, Pasar Gegerkalong, dan TPS Karasak di Jalan Moh Toha. Keempat lokasi tersebut termasuk titik dengan volume sampah besar yang sempat tertunda akibat hambatan teknis di Sarimukti.

Ia menyebut proses pembersihan di Pasar Sederhana bahkan berlangsung hingga larut malam. “Pembersihan terakhir di Pasar Sederhana baru selesai sekitar jam 23.57, dan setelahnya langsung lanjut ke Pasar Gegerkalong,” ungkap Darto.

Kendala di Sarimukti Mulai Teratasi

Selama beberapa pekan terakhir, pembersihan TPS di Bandung terhambat oleh keterbatasan kapasitas manuver kendaraan pengangkut sampah di Sarimukti. Area loading dock yang sebelumnya hanya dapat menampung satu kendaraan mengakibatkan antrean panjang dan perlambatan pengiriman.

Namun kini, jalur manuver truk sudah kembali terbuka dan loading dock dapat digunakan oleh tiga kendaraan sekaligus. Hal itu membuat ritme pengangkutan kembali normal dan berdampak langsung pada percepatan pembersihan TPS di Kota Bandung.

“Dengan tiga unit kendaraan yang bisa masuk, alur angkutnya jauh lebih lancar. Hambatan utamanya sudah teratasi,” jelas Darto.

Baca Juga: Kecelakaan Jalan Anggrek: Herolina Sutanto Dituntut 4 Tahun Penjara

Target Pembersihan Menjelang Akhir November

DLH menargetkan seluruh tumpukan sampah di TPS dapat diselesaikan maksimal hingga 23 November 2025. Target ini dibuat mengingat dua bulan terakhir tahun biasanya menjadi periode tersibuk Kota Bandung karena banyaknya kegiatan masyarakat dan wisatawan.

“Mohon dukungan agar targetnya tidak meleset, karena November–Desember adalah bulan paling ramai. Jangan sampai kita memasuki akhir tahun dengan tumpukan sampah yang tersisa,” ujar Darto.

Ia menegaskan seluruh armada dan tim lapangan bekerja penuh selama 24 jam untuk memastikan percepatan ini tetap terjaga.

Faktor Cuaca dan Manuver Kendaraan

Selain kendala teknis di Sarimukti, cuaca juga menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan pembersihan. Pada musim hujan, area pembuangan menjadi lebih licin dan sulit dilalui, sehingga kendaraan harus lebih berhati-hati dalam bermanuver.

“Kalau hujan, aksesnya terganggu karena belum seluruhnya beraspal. Itu yang membuat manuver truk menjadi lebih lambat,” katanya.

Meski begitu, DLH tetap mengoptimalkan armada yang ada dan melakukan pengaturan ulang ritme pengangkutan agar pekerjaan tetap berjalan.

Penanganan Sampah Liar Masih Jadi Tantangan

Selain pembersihan tumpukan sampah Bandung di TPS resmi, munculnya sampah liar juga menjadi sorotan. Beberapa TPS yang berada di jalur perbatasan maupun pinggir jalan kerap menerima sampah dari masyarakat yang hanya melintas.

“Hampir semua titik perbatasan begitu. Banyak yang buang sampah sembarangan,” kata Darto.

Ia mencontohkan salah satu titik yang berhasil terkendali adalah di Jalan Ahmad Yani, setelah Satpol PP melakukan patroli intensif. Namun DLH mengakui tidak semua titik dapat diawasi karena keterbatasan personel.

DLH Fokus Selesaikan Tumpukan Sebelum Luncurkan Inovasi Baru

Meski DLH telah menyiapkan beberapa inovasi layanan persampahan, termasuk penyesuaian sistem pengelolaan, peluncurannya ditunda hingga pembersihan tumpukan benar-benar tuntas.

“PR utama kami sekarang adalah membersihkan dulu. Setelah itu akan ada langkah teknis agar pascapembersihan tidak terjadi penumpukan besar lagi,” tegasnya.

DLH Kerja Non-Stop Demi Normalisasi TPS

Darto mengungkapkan bahwa dirinya ikut memantau langsung proses di lapangan. Ia bahkan baru kembali dari lokasi pembersihan Pasar Gegerkalong sekitar pukul 02.30 dini hari.

“Empat titik sudah selesai, dan sisanya terus kami kejar,” ujarnya.

Dengan percepatan ini, DLH berharap Bandung dapat kembali bersih dan terbebas dari penumpukan sampah dalam waktu dekat. Normalisasi TPS menjadi kunci utama agar masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih sehat dan nyaman menjelang akhir tahun.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com 

Related Post

Tinggalkan komentar