Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Waspada Puncak Musim Hujan

Sekitarbandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat. Peringatan ini disampaikan

Dicky Wicaksono

Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Waspada Puncak Musim Hujan
Pemprov Jawa Barat Imbau Masyarakat Waspada Puncak Musim Hujan (Instagram/@humas_jabar)

Sekitarbandung.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Peringatan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Hal ini dikarenakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak hujan akan terjadi pada Desember 2025 dan berlanjut pada Februari hingga Maret 2026.

Curah hujan yang tinggi tersebut berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Intensitas hujan yang meningkat dapat menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga pergerakan tanah, terutama di daerah rawan yang memiliki kontur tanah labil.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi masyarakat agar tetap waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat memberikan imbauan kepada warga untuk menjaga saluran air dan selokan tetap bersih guna mencegah terjadinya penyumbatan.

Upaya sederhana ini dinilai dapat meminimalkan risiko banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau menggunakan aplikasi InaRisk untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah sekaligus memantau kondisi di sekitar tempat tinggal mereka.

Dengan begitu, warga dapat lebih sigap dalam mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.

Baca Juga: Pemprov Jabar Terapkan WFH 50:50, Apakah Bersifat Permanen? Berikut Penjelasannya

“Pastikan saluran air dan selokan tetap bersih agar tidak terjadi penyumbatan. Pantau kondisi sekitar dan gunakan aplikasi Ina Risk untuk melihat tingkat kerawanan wilayah,” ujarnya dalam unggahan.

Seruan ini kembali ditegaskan agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan masing-masing.

Bagi warga yang tinggal di wilayah perbukitan, kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama jika muncul retakan tanah atau bangunan mulai terlihat miring ketika hujan deras disertai angin kencang.

Tanda-tanda tersebut dapat menjadi indikasi awal terjadinya longsor sehingga perlu segera ditindaklanjuti.

Hindari berteduh di bawah pohon besar maupun dekat papan reklame. Saat berkendara dan cuaca memburuk, disarankan untuk menepi di tempat aman sampai kondisi kembali stabil.

Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat angin kencang dan jarak pandang yang menurun.

Mitigasi bencana juga dimulai dari menjaga kelestarian lingkungan. Kerusakan alam seperti penebangan pohon atau penurunan kualitas tanah dapat memperbesar risiko bencana.

Pemprov Jabar menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap aman.

Pemprov Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat mulai 15 September 2025 hingga 30 April 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan panjang.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, saling mengingatkan, dan memperhatikan peringatan resmi dari pemerintah.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Tangani Korban Keracunan Menu MBG Bandung Barat dengan Langkah Cepat

Related Post

Tinggalkan komentar