sekitarbandungcom – Pocari Run 2026 di Bandung menjadi salah satu agenda olahraga yang mendapat perhatian pemerintah kota karena jumlah peserta dan asal mereka berpotensi menggerakkan aktivitas wisata serta ekonomi selama penyelenggaraan.
Pocari Run 2026 Digelar di Kota Bandung
Pocari Sweat Run Bandung 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19-20 September 2026.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebanyak 15.000 peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut dan sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Kota Bandung.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkot Bandung menilai event ini memiliki dampak terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Ajang tersebut merupakan kegiatan lari berskala nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Pocari Sweat Run 2026.
Informasi Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut Bandung menjadi salah satu dari dua lokasi penyelenggaraan tahun ini, selain Lombok.
Kategori di Bandung mencakup 10K dan half marathon, dengan kegiatan berlangsung selama dua hari.
Pocari Run 2026 Berpotensi Mendorong Pariwisata Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa banyaknya peserta dari luar daerah dapat memberikan efek terhadap kegiatan wisata.
Peserta yang datang bersama pendamping berpotensi menggunakan akomodasi, transportasi, layanan kuliner, serta mengunjungi destinasi wisata selama berada di kota.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat sekitar 70 persen peserta berasal dari luar Bandung.
Angka tersebut menunjukkan event olahraga dapat menghadirkan pengunjung yang memiliki kebutuhan perjalanan di luar aktivitas utama.
Dampaknya terhadap pariwisata tetap bergantung pada pola pengeluaran dan aktivitas peserta.
Peserta dari luar daerah juga menjadi bagian penting dalam melihat hubungan antara event olahraga dan kunjungan wisata.
Kedatangan mereka dapat menciptakan kebutuhan terhadap penginapan, makanan, transportasi, serta layanan pendukung lainnya.
Dalam konteks tersebut, lama tinggal dan pilihan aktivitas peserta menjadi faktor yang turut menentukan besarnya pergerakan ekonomi lokal.
baca juga : Persib Bandung dan Antusiasme Bobotoh Jelang Laga Besar
Perputaran Ekonomi Lokal Ikut Mendapat Dampak
Aktivitas peserta dan pendamping selama dua hari dapat menciptakan kebutuhan terhadap berbagai layanan.
Akomodasi menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena Pemkot Bandung menyebut tingkat keterisian hotel mencapai 100 persen menjelang pelaksanaan event.
Selain hotel, sektor kuliner, transportasi, perdagangan, dan jasa juga dapat memperoleh aktivitas tambahan dari kedatangan peserta.
Pengunjung membutuhkan makanan, perjalanan menuju lokasi, serta kebutuhan lain selama berada di Bandung.
Namun, besarnya manfaat ekonomi perlu dilihat dari data transaksi dan kondisi masing-masing sektor, bukan hanya jumlah peserta.
Pocari Run Menjadi Bagian dari Potensi Sport Tourism Bandung
Sport tourism atau pariwisata olahraga menghubungkan kegiatan olahraga dengan perjalanan seseorang ke suatu destinasi.
Dalam konteks Pocari Run, peserta datang ke Bandung untuk mengikuti lomba sekaligus memiliki kesempatan menikmati berbagai fasilitas dan daya tarik kota.
Kementerian Pemuda dan Olahraga menyebut Pocari Sweat Run 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan sport tourism.
Pemerintah melihat kegiatan lari dapat mendorong pengeluaran peserta untuk wisata dan kuliner.
Dengan demikian, event lari dapat menjadi sarana mempertemukan aktivitas olahraga dengan sektor pariwisata.
Konsep tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap sport tourism.
Kegiatan olahraga dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal destinasi, sementara daya tarik wisata dapat memperpanjang pengalaman perjalanan peserta setelah mengikuti perlombaan.
Pemkot Bandung Dorong Event Beri Manfaat bagi Masyarakat
Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah perangkat daerah untuk mengawal pelaksanaan kegiatan.
Dinas Perhubungan, Satpol PP, panitia, camat, dan lurah di wilayah yang dilalui rute dilibatkan untuk mendukung keamanan serta ketertiban event.
Pemerintah kota juga memperhatikan dampak kegiatan terhadap mobilitas warga.
Ruas jalan yang menjadi lintasan tidak ditutup secara total, melainkan menggunakan rekayasa lalu lintas berupa pengaturan buka-tutup.
Masyarakat yang bepergian pada 19-20 September diminta memperhatikan informasi lalu lintas, terutama pada dini hari hingga pagi.
Pemkot Bandung juga menyiapkan sejumlah kantong parkir di sekitar kawasan kegiatan untuk membantu mobilitas peserta dan masyarakat.
Pengaturan ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan event dan aktivitas warga.
Peluang Bandung Mengembangkan Event Olahraga Berkelanjutan
Pocari Run 2026 dapat menjadi bagian dari pengalaman sport tourism di Bandung.
Pemerintah dan penyelenggara memiliki peluang mengembangkan event olahraga yang mampu menarik peserta dari luar daerah sekaligus memperkenalkan potensi kota.
Keberlanjutan kegiatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah peserta, tetapi juga kesiapan fasilitas, keamanan, kebersihan, transportasi, serta kenyamanan masyarakat.
Koordinasi antara pemerintah, penyelenggara, aparat, komunitas, pelaku usaha, dan warga menjadi bagian penting agar kegiatan dapat berlangsung tertib selama event berlangsung.
Dengan pengelolaan yang terukur, event olahraga dapat menjadi salah satu agenda yang mendukung aktivitas pariwisata Bandung.
Informasi resmi penyelenggara dan pemerintah perlu menjadi rujukan masyarakat untuk mengetahui jadwal, rute, serta pengaturan lalu lintas selama Pocari Run berlangsung.
baca juga : PEPARDA VII Jabar 2026 di Bandung, Sejumlah Venue Mulai Dipersiapkan

