Sekitarbandung.com – BPBD Jawa Barat bersama BMKG dan BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan peninjauan serta uji coba sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) tsunami di kawasan Palabuhanratu pada Rabu (3/12/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menghadapi potensi bencana dengan memastikan perangkat dan sistem peringatan tetap berjalan optimal.
Kegiatan yang diikuti Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jabar, Edy Heryadi, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, serta tim BPBD Kabupaten Sukabumi tersebut difokuskan untuk mengecek kesiapan alat di tiga titik utama:
- Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP),
- Geospatial Information Center Citepus (GIC Citepus), dan
- Badan Penyelamat Wisata Tirta Citepus (Balawista Citepus).
Peninjauan dilakukan menjelang pelaksanaan aktivasi sirine rutin yang dijadwalkan pada 26 Desember 2025.
BMKG melaporkan bahwa sirine selama ini telah diuji setiap tanggal 26 dan tetap berfungsi normal.
Sistem tersebut mendapat dukungan suplai listrik dari PLN serta baterai cadangan untuk memastikan perangkat tetap menyala meskipun terjadi gangguan listrik.
Baca Juga: BPBD Kota Bandung dan Diskarmat Gelar Simulasi Gempa dan Kebakaran di Summarecon Mall
Hal ini menjadi poin penting dalam menjaga konsistensi peringatan dini bagi masyarakat pesisir.
BPBD Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan bahwa para operator sudah disiapkan dengan baik, sementara BPBD Jabar memantau progres pembangunan Pusdalops.
Selain itu, mereka turut mendorong penguatan titik kumpul evakuasi dan pemasangan rambu-rambu agar masyarakat dapat bergerak cepat saat keadaan darurat.
Uji coba diakhiri dengan pembunyian sirine selama 10 menit sebagai bentuk latihan dan pengingat bagi warga mengenai pentingnya kesiapsiagaan.
Sistem dinilai berjalan baik, meski sejumlah potensi gangguan tetap perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Untuk menjaga reliabilitas alat, tim merekomendasikan pemeliharaan rutin, pengecekan performa baterai, hingga koordinasi berkelanjutan antara BPBD Jabar, BMKG, dan BPBD Kabupaten Sukabumi agar sistem tetap responsif sepanjang waktu.
Baca Juga: BPBD Jawa Barat Gelar Sosialisasi Mitigasi Simulasi Bencana di SMKN 6 Bandung

