Sekitarbandung.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung bersama Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskarmat) menggelar kegiatan simulasi gempa bumi dan kebakaran di Summarecon Mall Bandung pada Rabu (3/12/2025) pagi.
Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari langkah terencana pemerintah dalam meningkatkan kesiapsiagaan di ruang publik, terutama di pusat perbelanjaan yang memiliki tingkat kunjungan tinggi setiap harinya.
Simulasi ini merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan seluruh pihak, mulai dari pengelola mal hingga para pengunjung, agar mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui skenario berbasis kondisi nyata, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa bencana bisa terjadi kapan saja dan memerlukan respons yang terlatih.
Dilansir dari unggahan akun Instagram @infobandungkota, terlihat mobil pemadam kebakaran melintas di area mal dengan suara sirine yang menggema.
Kehadiran kendaraan pemadam tersebut menjadi bagian dari adegan latihan untuk memastikan seluruh prosedur penanganan berjalan sesuai standar operasional.
Pada video yang diunggah, tampak api berkobar di salah satu titik lokasi simulasi, sementara petugas pemadam kebakaran segera melakukan upaya pemadaman.
Baca Juga: BPBD Jawa Barat Gelar Sosialisasi Mitigasi Simulasi Bencana di SMKN 6 Bandung
Mereka bergerak cepat membawa peralatan lengkap untuk memastikan proses latihan berjalan realistis dan menggambarkan situasi yang mungkin terjadi saat insiden kebakaran sesungguhnya.
Selain itu, terlihat pula masyarakat yang berlarian ke berbagai arah sebagai bagian dari simulasi situasi gempa bumi dan kebakaran.
Adegan tersebut menunjukkan bagaimana kondisi kepanikan dapat terjadi dan bagaimana pentingnya memahami jalur evakuasi serta titik kumpul saat bencana berlangsung.
Dalam sesi simulasi lainnya, tim P3K ikut terlibat dengan membawa seorang pasien dan melakukan proses evakuasi terhadap warga yang digambarkan mengalami luka.
Mereka juga memperagakan langkah-langkah penanganan awal sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan, termasuk memberikan perawatan darurat di lokasi.
Bahkan, dilakukan juga proses pendataan korban yang dilakukan menggunakan papan tulis dan spidol hitam.
Pendataan ini disimulasikan sebagai bagian penting dari manajemen bencana untuk memastikan seluruh korban teridentifikasi dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: BPBD KBB Perkuat Desa Tangguh Hadapi Bencana Alam

