Minim Literasi, Fasilitas Pengering Payung Disalahgunakan Jadi Tempat Buang Sampah

Sekitarbandung.com – Fasilitas pengering payung milik PT KAI (Kereta Api Indonesia) justru disalahgunakan oleh masyarakat menjadi tempat membuang sampah. Hal tersebut dinilai terjadi karena masih

Dicky Wicaksono

Minim Literasi, Fasilitas Pengering Payung Disalahgunakan Jadi Tempat Buang Sampah
Minim Literasi, Fasilitas Pengering Payung Disalahgunakan Jadi Tempat Buang Sampah (Instagram/@jalanbarengintrovert)

Sekitarbandung.com – Fasilitas pengering payung milik PT KAI (Kereta Api Indonesia) justru disalahgunakan oleh masyarakat menjadi tempat membuang sampah.

Hal tersebut dinilai terjadi karena masih minimnya literasi serta kurangnya rasa tanggung jawab untuk menjaga fasilitas publik yang disediakan demi kepentingan bersama.

Dilansir dari unggahan akun Instagram @jalanbarengintrovert pada Minggu (21/12/2025), pemilik akun tersebut mengaku baru mengetahui bahwa di stasiun tersedia fasilitas pengering payung.

Namun, saat melihat ke dalam fasilitas tersebut, ia justru mendapati banyak sampah menumpuk. Saking kesalnya, ia menyebut siapa pun yang membuang sampah di tempat tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak pantas.

Baca Juga: PT KAI Bagi-Bagi Hadiah Spesial Dua Juta Followers di Instagram, Berikut Syarat dan Ketentuannya!

“Maaf KAI, kayaknya kita belum siap sama fasilitas ini. Padahal fasilitas pengering payungnya bagus banget, kayak ‘act of service’ dari KAI ke penumpang kereta api,” tulisnya dalam caption.

“Tapi sayangnya kita adalah negara dengan tingkat literasi rendah. Jangan dong dijadiin tempat sampah!” lanjutnya.

Kendati demikian, ia tetap memuji sejumlah fasilitas KAI lainnya yang dinilai sudah sangat baik, seperti sistem face recognition, air minum isi ulang gratis, tempat sampah dengan 5-6 jenis pemilahan, hingga fasilitas pengering payung tersebut.

“Fasilitasnya baik, makanya kita pergunakan dan jaga dengan baik juga!” pungkasnya.

Menanggapi unggahan tersebut, PT KAI melalui akun resmi @keretaapikita di kolom komentar hanya memberikan satu emotikon sedih, seolah menandakan turut prihatin atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Dukung Ekonomi Daerah, PT KAI Hadirkan 10 Kios UMKM Lokal di Stasiun Cipeundeuy

Related Post

Tinggalkan komentar