Sekitarbandung.com – Lagu Nina dari band rock alternatif .Feast menjadi salah satu karya yang paling emosional dan membekas di telinga pendengarnya.
Dirilis dalam album Membangun & Menghancurkan (2024), lagu ini menghadirkan nuansa yang lebih tenang namun sarat makna mendalam.
Berbeda dari karya .Feast yang kerap lantang menyuarakan kritik sosial, Nina justru hadir dengan nuansa yang personal dan intim. Lagu ini menampilkan sisi emosional yang lebih lembut dan reflektif.
Nina ditulis dari sudut pandang seorang ayah yang berbicara kepada anaknya. Di dalamnya tersimpan pesan penuh cinta, harapan, sekaligus kegelisahan menghadapi dunia yang keras dan tidak selalu ramah.
Lirik-lirik dalam Nina menggambarkan ketakutan orang tua terhadap masa depan sang anak. Ada kegelisahan tentang ancaman dunia luar yang tak bisa sepenuhnya dikendalikan.
Di sisi lain, terselip keinginan kuat untuk selalu melindungi meski disadari hal itu tidak sepenuhnya mungkin. Lagu ini terasa seperti surat terbuka berisi doa agar sang anak tumbuh kuat, berani, dan tetap setia pada jati dirinya.
Baca Juga: Lagu O Tuan Bukan Sekadar Lagu, Tapi Tentang Kematian dan Penerimaan Takdir
Nuansa musik yang sederhana dengan tempo lambat semakin memperkuat emosi yang disampaikan. Aransemen yang minim distorsi membuat lagu ini terasa lebih jujur dan dekat.
Fokus pendengar diarahkan pada lirik serta vokal yang terdengar rapuh namun tulus. Keseluruhan elemen tersebut menciptakan ruang refleksi mendalam bagi siapa pun yang mendengarkannya.
Bagi banyak pendengar, Nina tidak hanya relevan bagi orang tua, tetapi juga bagi anak yang pernah merasakan jarak emosional, kehilangan, atau rindu terhadap figur ayah.
Lagu ini mampu membuka ruang empati, mengingatkan bahwa di balik sikap keras seseorang, sering kali tersimpan cinta yang tidak pandai diungkapkan.

