Sekitarbandung.com – Keikutsertaan Indonesia di ajang SEA Games 2025 tidak hanya diwarnai oleh raihan prestasi para atlet, tetapi juga sejumlah peristiwa yang menyita perhatian publik.
Mulai dari kemenangan membanggakan, kontroversi yang memicu perbincangan, hingga aksi donasi yang sarat nilai kemanusiaan.
Berbagai momen tersebut menjadikan perjalanan kontingen Indonesia di SEA Games 2025 sebagai salah satu yang paling banyak disorot.
Berikut beberapa momen Indonesia yang menjadi sorotan di SEA Games 2025:
Borong Rekor
Lifter Rizki Juniansyah memecahkan rekor dunia clean and jerk pribadinya dengan angkatan 205 kilogram, serta mencatatkan total angkatan 365 kilogram.
Tim nasional renang putra memecahkan rekor nasional nomor 4×100 meter gaya bebas dengan catatan waktu 3 menit 21,92 detik.
Perenang Nadia Aisha memecahkan rekor nasional gaya bebas putri dengan waktu 26,08 detik.
Atlet lompat galah Diva Renatta meraih medali emas untuk Indonesia setelah penantian 22 tahun, sekaligus memecahkan rekor pribadinya.
Atlet heptathlon Emilia Nova juga menyumbangkan emas dengan torehan total 5.497 poin, yang menjadi rekor pribadi.
Raih Medali Individu Terbanyak
Atlet berusia 21 tahun ini berlaga di cabang aquathlon, duathlon, dan triathlon. Ia berhasil meraih total tujuh medali, terbanyak dari seluruh kontingen Indonesia.
Empat medali emas diraih dari cabang aquathlon dan duathlon. Sementara itu, satu emas dan dua perak diraih dari nomor triathlon.
Bola dan Futsal: Takdir yang Berlawanan
Tim nasional sepak bola Indonesia harus tersingkir di fase grup setelah mencatatkan satu kemenangan dan satu kekalahan, mengakhiri pertandingan sebagai runner-up Grup C.
Sebaliknya, tim nasional futsal Indonesia mencetak sejarah dengan meraih emas pertama mereka di SEA Games. Indonesia keluar sebagai juara usai mengalahkan Thailand dengan skor telak 6-1 di babak final.
Emas untuk Si Kecil
Tiga atlet Indonesia menjadi sorotan setelah sukses meraih emas meski tengah mengandung. Mereka adalah Dewi Laila Mubarokah (shooting/air rifle), Diananda Choirunisa (panahan), serta Medina Warda Aulia Catur (tim catur putri).
Kickboxing: dari Kontroversi Menjadi Prestasi
Manajer tim kickboxing Indonesia, Neneng Rosi Nurasjati, sempat diminta meninggalkan Thailand usai diduga melanggar peraturan venue. Ia membantah tudingan tersebut dan mendapat pembelaan dari para atlet.
Salah satu atlet, Andi Mesyara Jerni, pulang membawa medali perunggu. Namun, ia mengaku sempat dicurangi oleh wasit dan mengajukan protes terbuka melalui media sosial.
Wakil terakhir Indonesia, Riyan Jefri Hamonangan Lumbanbatu, akhirnya sukses meraih emas dan mengobati kekecewaan akibat berbagai kontroversi yang terjadi.
Donasi Kemanusiaan
Sejumlah atlet Indonesia memanfaatkan momentum SEA Games 2025 untuk berdonasi atau menyatakan komitmen berdonasi kepada mereka yang membutuhkan.
Beberapa di antaranya adalah Robi Syianturi dan Odekta Elvina Naibaho, dua peraih emas nomor maraton, yang melelang jersey mereka dengan hasil penjualan 100 persen disumbangkan kepada korban banjir dan longsor di Sumatera.
Justin Barki, peraih emas tenis, juga berjanji mendonasikan uang bonusnya untuk korban bencana di Sumatera.
Sementara itu, Basral Gaito, peraih emas skateboard, menyatakan akan mendonasikan bonusnya kepada anak-anak yatim piatu.
Secara keseluruhan, Indonesia menutup SEA Games 2025 sebagai runner-up dengan total perolehan 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Banyak hal yang layak dirayakan dari pencapaian tersebut.
Namun, tidak sedikit pula pelajaran yang patut dijadikan bahan evaluasi agar Indonesia dapat tampil lebih baik pada edisi SEA Games berikutnya maupun ajang olahraga internasional lainnya.
Untuk saat ini, selamat kepada seluruh kontingen Indonesia dan terima kasih atas perjuangan yang telah diberikan.
Baca Juga: Dua Andalan Persib Gabung Timnas U-23 Jelang SEA Games 2025

