Sekitarbandung.com – Kamu tahu tidak kalau anak usia 0–4 tahun membutuhkan instruksi yang pendek, contoh visual, dan aktivitas ritmis agar mereka lebih mudah fokus dan memahami arahan?
Setiap tahap perkembangan anak membutuhkan pendekatan yang berbeda. Aktivitas yang sesuai dengan usia membantu anak merasa aman, nyaman, serta lebih percaya diri dalam belajar dan bereksplorasi.
Kira-kira, di rentang usia lainnya, anak cocok untuk beraktivitas seperti apa, ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Usia 0–4 Tahun
- Instruksi pendek, jelas, dan berulang.
- Tunjukkan contoh secara visual, seperti mengangkat tangan atau tepuk tangan.
- Gunakan alat peraga, seperti boneka, gambar berwarna, atau media besar yang mudah dilihat.
- Manfaatkan alat musik ritmis, seperti rebana atau tamborin.
- Bercerita atau mendongeng dengan durasi singkat (maksimal 15 menit) menggunakan buku berwarna cerah dan dapat diiringi musik.
Usia 4–7 Tahun
- Instruksi tetap singkat dan disertai contoh.
- Latihan motorik kasar, seperti melempar bola, berlari, dan memanjat.
- Latihan motorik halus, seperti melipat, menggunting (dengan pengawasan), mewarnai, dan bermain puzzle.
- Gunakan tulisan singkat sebagai pendukung aktivitas.
- Mendongeng masih efektif dengan durasi lebih panjang, sekitar 20–30 menit.
- Alat musik ritmis tetap dapat digunakan.
Baca Juga: Anak-anak Timor Leste yang Kehilangan Identitas di Jawa, Luka Lama dari Akhir Dekade 1970-an
Usia 7–13 Tahun
- Libatkan anak dalam kegiatan membaca, menulis, dan bercerita untuk membangun rasa percaya diri.
- Ajak anak mengikuti kegiatan kelompok yang melatih kerja sama.
- Ajarkan konsep aturan serta hubungan sebab-akibat.
- Dorong anak mengekspresikan perasaannya, misalnya dengan menulis lalu membacakan cerita pendek.
Usia 13–18 Tahun
- Gunakan bahasa atau istilah yang relevan dengan masanya.
- Terapkan diskusi dua arah, bukan sekadar ceramah.
- Berikan kebebasan memilih kegiatan dan ajak mereka berkomitmen.
- Sertakan topik pubertas, seperti hubungan sehat dan kesehatan reproduksi.
- Berikan ruang ekspresi melalui olahraga, musik, puisi, atau seni.
Libatkan anak dalam kegiatan sosial, seperti menjaga adik atau kegiatan bersih-bersih, untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui unggahan akun Instagram @kemendikdasmen pada Minggu (28/12/2025) menjelaskan bahwa setiap tahap perkembangan anak membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Dengan cara yang tepat, anak dapat merasa aman, dihargai, dan percaya diri.
Baca Juga: Sehari Jelang Hari Ibu, Momen Haru Anak Temui Ibunya di Penjara

